Indonesia di Ujung Tanduk Terancam Sanksi Berat FIFA

Indonesia di Ujung Tanduk Terancam Sanksi Berat FIFA

Ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar menjelaskan kisruh sepakbola nasional, Kamis (4/2/2016) malam. (foto - ist)

Jakarta - Jika kisruh sepakbola nasional belum bisa diselesaikan sebelum 26 Februari 2016, maka Indonesia terancam menerima sanksi lebih berat dari federasi sepakbola tertinggi dunia FIFA. Hal itu mengacu pada penolakan FIFA atas surat usulan yang dikirimkan Kemenpora, namun status sepakbola Indonesia hingga saat ini belum berubah.

Demikian dikemukakan Ketua Komite Ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar kepada media di kediamannya, Kamis (4/2/2016) malam. "Kalau seandainya kondisi saat ini tak ada perubahan, sanksi yang terburuk adalah sidang Exco FIFA 25 Februari membawa masalah Indonesia ke kongres luar biasa (KLB) untuk ketok palu memberi keputusan," kata Agum.

Dan apabila keputusan dalam KLB itu dijatuhkan, maka secara otomatis Indonesia akan dikucilkan dari event internasional dan tak bisa mengikuti berbagai turnamen internasional. Kemungkinan terbesar lainnya, pemain tidak bisa main ke luar, dan pemain luar tidak bisa bermain di sini," tegasnya.

Seperti diketahui, pada 26 Februari 2016 FIFA akan menyelenggarakan KLB, yang membuat publik di Tanah Air harap-harap cemas. Pasalnya, sejauh ini sanksi yang diberikan oleh FIFA terhadap sepakbola Indonesia akibat pembekuan PSSI dari Kemenpora, hingga sekarang ini belum juga berakhir.

Berbagai upaya yang dibentuk dalam kronologi kedatangan delegasi FIFA dan AFC ke Indonesia tahun lalu, hingga membentuk Komite Ad-hoc Reformasi PSSI pun belum membuahkan hasil. Sebab pemerintah melalui Kemenpora sulit diajak bekerjasama, untuk membenahi kisruh sepakbola di dalam negri tersebut.

Bahkan, Kemenpora lewat Menpora Imam Nahrawi berjalan satu pihak dan langsung mengirimkan surat ke FIFA pada 28 Januari 2016. Dalam surat itu Kemenpora memberi 10 usulan reformasi sepakbola Indonesia, dan salah satu isinya meminta mengubah kerangka susunan Komite Ad-hoc reformasi PSSI. Namun, FIFA pun membalasnya pada 2 Februari 2016, sekaligus menolak usulan yang diberikan Kemenpora. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,