Jelang Imlek, Bisnis Pacar Sewaan di Cina 'Marema'

Jelang Imlek, Bisnis Pacar Sewaan di Cina 'Marema'

Salah seorang perempuan Cina yang siap disewa sebagai pacar. Jelang Imlek, bisnis pacar sewaan 'Marema'. (foto - ist)

Tianjin - Para lajang di Cina khususnya mereka yang berusia di atas 30 tahun terkadang dibikin resah dan gelisah, apabila ditanya "kapan menikah" saat berkumpul bersama keluarga di malam tahun baru Imlek.
 
Namun demikian, bagi para bujang maupun dara di Negeri Tirai Bambu tersebut kini bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya, jelang hari raya Imlek ini banyak penawaran jasa sewa pacar, sehingga bisnis usaha di bidang jasa tersebut menjadi "marema".

Mereka menawarkan jasa sewa pacar biasanya lewat situs internet populer di Cina, yakniTaobao. Pria atau wanita yang disewa dikenakan tarif hingga Rp 484 ribu per hari. Tugas mereka sederhana, pura-pura menjadi pacar dengan bermesra-mesraan dengan penyewa.

Sebagaimana dilansir BBC, baru-baru ini pacar palsu itu juga bisa diajak menemani makan malam. Namun para lajang perlu merogoh kocek lebih dalam yaitu senilai Rp 48 ribu per jam.
 
Untuk cium di pipi pun ada tarifnya, yaitu Rp 78 ribu. Mereka juga bisa diajak menginap di rumah Anda dengan membayar Rp 921 ribu per malam untuk tidur di tempat tidur, dan Rp 775 ribu jika tidur di sofa. Namun, sejauh ini pacar sewaan tersebut tidak memberikan jasa berhubungan intim.
 
Seperti diakui salah seorang wanita lajang di Cina, Ding Na, dirinya sangat terbantu dengan adanya jasa sewa ini. Kini ia tidak lagi takut dan segan untuk bertemu dengan keluarganya pada perayaan imlek, karena datang dengan gandengan.

"Aku sudah cukup tua hampir berusia 30 tahun, tapi hingga kini aku masih lajang. Kakak dan kerabat sudah seringkali bertanya kenapa aku belum juga menikah. Karena sering mendengar pertanyaan yang sama, aku bahkan takut mengangkat telepon," kata Ding Na.

Menurut salah satu konsultan agen pencari jodoh online Baihe.com, Zhou Xiaopeng, tekanan bagi para wanita lajang untuk segera menikah biasanya terjadi jelang perayaan Tahun Baru Cina.

"Orang-orang Cina senang berkumpul untuk makan malam bersama di malam tahun baru. Semua orang duduk dengan pasangannya masing-masing. Jika hanya Anda di meja itu yang belum memiliki pasangan, bisa dibayangkan bagaimana tekanan yang akan Anda terima," tuturnya.

Sementara itu, seorang pacar sewaan Li Le asal Tianjin mengaku telah disewa oleh 30 wanita. Namun dia merasa kesulitan untuk menemukan klien yang mempercayainya untuk diajak pulang ke rumah, sekaligus dikenalkan kepada keluarga pada perayaan Tahun Baru Cina. (Jr.)**
.

Categories:Hiburan,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait