Keluarga Korban Rumah yang Tertimpa Pesawat Mengungsi

Keluarga Korban Rumah yang Tertimpa Pesawat Mengungsi

Mengungsi, keluarga korban pemilik rumah yang tertimpa pesawat Super Tucano. (foto - ist)

Malang - Rumah yang tertimpa pesawat tempur Super Tucano milik TNI AU hancur dan tidak bisa ditinggali lagi. Pemilik rumah di Gang 12 Jalan LA Sucipto, Kota Malang, Jawa Timur, Mujianto pun kini mengungsi.

Mujianto dan anak semata wayangnya Fahriski Jati Ananto terpaksa mengungsi ke tetangga mereka, Suwoko. "Kami masih tidur di sini, barang-barang ada di rumah tetangga lain dekat rumah,” kata Fahriski, Kamis (11/2/2016).

Rumah Mujianto pun diratakan dengan alat berat, setelah pesawat tempur yang nahas itu dievakuasi. Rumah dua lantai dengan delapan kamar itu telah dihuni Mujianto sejak kecil. Lima dari delapan kamar di rumah itu disewakan untuk kos-kosan.

Fahriski yang merupakan mahasiswa fakultas kedokteran perguruan tinggi swasta di Malang itu mengakui, banyak kenangan yang terlahir di rumah itu. “Pihak TNI AU sudah mengatakan akan membangun rumah lagi. Namun belum ada pembicaraan lanjutan dan kami belum memutuskan. Kalau saya sendiri lebih baik dijadikan rumah lagi," katanya.

Rumah itu menjadi saksi jatuhnya pesawat latih TNI AU Super Tucano TT 3108, Rabu 10 Februari 2016 lalu. Dalam kecelakaan itu, ibu Fahriski, Erna Wahyuningtyas yang sedang mencuci baju menjadi korban hingga meninggal dunia.

Seorang penghuni indekos, Nur Cholis (27 tahun) pun direnggut nyawanya dalam kejadian itu. sementara pada saat kejadian, Fahriski baru saja berangkat kuliah. "Saya baru saja berangkat kuliah sebelum kejadian itu. Dan pamitan dengan ibu saya," kiatanya.

Kini,  Mujianto dan anaknya tinggal di rumah Suwoko hingga mendapat tempat tinggal kembali. Para pelayat pun berdatangan ke rumah Suwoko untuk menyampaikan belasungkawa. Sementara pihak TNI AU sudah menyediakan ganti rugi bagi korban musibah itu. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,