5 Meninggal, Guru Honorer Bertumbangan Demo di Istana

5 Meninggal, Guru Honorer Bertumbangan Demo di Istana

Lima orang meninggal, guru honorer bertumbangan demo di Istana Jakarta. (foto - ist)

Jakarta - Selama tiga hari berturut-turut ribuan guru honorer melakukan aksi demonstrasi di depan Istana Merdeka Jakarta. Massa guru trus mendesak pemerintah untuk segera mengangkat mereka, sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Hingga Jumat ini, para guru masih bertahan di kawasan Monas Jakarta. Banyak di antara mereka bertumbangan. Bahkan, sudah ada 5 guru dan pegawai honorer yang dilaporkan meninggal dunia.

Ketua Umum Forum Honorer K2 Indonesia, Titi Purwaningsih membenarkan bahwa pihaknya telah mendapat laporan ada 5 anggotanya yang meninggal dunia. "Satu orang dari Magelang, 3 orang dari Mentawai dan 1 orang dari Cipara," katanya, Jumat (12/2/2016).

Namun, menurutnya 5 anggota yang meninggal itu bukan pada saat demonstrasi berlangsung. "Kalau selama aksi, saya pastikan enggak ada. Namun, mungkin saat menjalani perawatan atau hal lainnya," katanya.

Sejauh ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan koordinator wilayah masing-masing untuk memastikan kabar tersebut. Titi menduga ada beberapa faktor yang menyebabkan para guru dan pegawai honorer itu meninggal, dalam memperjuangkan kesejahteraan mereka. "Mereka datang dari jauh, tidur di emperan toko, di masjid, di bus atau juga dan di pelataran parkir. Banyak yang sudah berumur tua," tegas Titi.

"Untuk itu, kami masih berkoordinasi, apalagi saya baru keluar Istana. Namun laporan atas meninggalnya 5 orang itu memang benar. Sejak tanggal 10 Februari hingga hari ini (Jumat) sudah 5 orang meninggal, baik itu dalam perjalanan pergi atau pulang demo. Namun pada saat demo berlangsung, tak ada yang meninggal," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,