Penundaan Salinan Putusan Jerat Pejabat MA Jadi Tersangka

Penundaan Salinan Putusan Jerat Pejabat MA Jadi Tersangka

Penundaan salinan putusan jerat pejabat MA jadi tersangka. (foto - ilustrasi)

JakartaDiduga telah menerima suap dari pengusaha Ichsan Suaidi (IS) dan pengacara Awang Lazuardi Embat (ALE), Kasubdit Kasasi Perdata Dit. Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Mahkamah Agung (MA) Andri Tristianto Sutrisna (ATS) resmi jadi tersangka.
 
Menurut Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, ATS diduga menerima Rp 400 juta dari IS, terkait permintaan penundaan penyerahan salinan putusan kasasi dengan IS sebagai terdakwa. "Putusan telah ada, transaksi hanya untuk penundaan terhadap salinan putusan kasasi," kata Priharsa.
 
Sejauh ini, Ichsan Suaidi tak lain adalah direktur PT Citra Gading Asritama (CGA). Ia juga merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Dermaga Labuhan haji aku di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang menelan biaya Rp82 miliar lebih.

Sementara di tingkat kasasi, MA memvonisnya dengan pidana penjara selama 5 tahun. Putusan itu dibacakan hakim MS Lumme, Krisna Harahap, dan Artidjo Alkostar pada tanggal 9 September 2015.

Menurut Hakim, jika terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Selain itu, hakim juga menghukum terdakwa membayar denda Rp 200 juta subsidair enam bulan penjara, dan uang pengganti sebesar Rp 4,46 miliar subsidair 1 tahun penjara.

Priharsa membenarkan hal itu. "Iya, terkait kasus (Dermaga Labuhan Haji di Lombok Timur) tahun 2007-2008,"  tegasnya. Namun, ia belum bisa memastikan apakah kasus ini melibatkan pejabat MA lainnya, karena kasus tersebut baru saja terbongkar. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,