Korban Luka Tabrakan Beruntun di Puncak Capai 64 Orang

Korban Luka Tabrakan Beruntun di Puncak Capai 64 Orang

Korban yang mengalami luka-luka akibat tabrakan beruntun yujuh kendaraan di Puncak mencapai 64 orang. (foto - ist)

Bogor - Firasat buruk akan terjadi musibah tampaknya sudah mulai terasakan oleh Muhammad Syarif (19), salah seorang penumpang selamat kecelakaan bus Mulya Sari Pratama di Tanjakan Selarong, Megamendung Puncak Bogor, Jawa Barat.
 
Ia pun sempat berbicara kepada penumpang lain akan firasatnya itu, saat bus berangkat dari Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur. "Ada teman bilang, ini pasti bakal terjadi sesuatu," kata Syarif, Senin (15/2/2016).
 
Bus yang ditumpanginya mendadak mengalami mogok pada saat akan berangkat. Selang  dua jam bus itu diganti dengan bus pariwisata yang baru. Namun sepanjang perjalanan bus tersebut sering oleng, bahkan sopir terlihat kesulitan memindahkan perseneling. 

Pada saat tiba di Tanjakan Selarong, bus yang dikemudikan Barkah Maulana mengalami rem blong kemudian hilang kendali, sehingga menabrak 7 kendaraan yang ada di depannya. "Selama perjalanan perasaan memang sudah tidak enak, oleng terus dan berisik," katanya. 

Penumpang lain mengatakan, selama dalam perjalanan sang sopir terus diingatkan oleh para penumpang yang hendak berziarah ke empat lokasi di Kota Bogor dan Jakarta itu. Di dalam bus itu ditumpangi sekitar 62 warga Kampung Ciherang, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, yang ikut rombongan ziarah ke beberapa tempat. Antara lain Empang, Tanjung Priok, Luar Batang, dan terakhir menghadiri Maulid Nabi di Ponpes daerah Tajur Bogor.
 
Kecelakaan pun terjadi di jalur Puncak Bogor Jawa Barat, tepatnya di Tanjakan Selarong, Desa Cipayung, Kecamatan Megamendung, Minggu 14 Februari 2016 sekitar pukul 12.00 WIB. Setibanya di tanjakan Selarong, bus bernomor polisi F 7575 WM hilang kendali dan menghantam beberapa kendaraan yang ada di depannya.
 
Sementara itu, korban luka yang dirawat di RSUD Ciawi akibat kecelakaan tersebut berjumlah 64 orang. Menurut Kepala Bidang Medik RSUD Ciawi, Achmad Zaenudin, jumlah korban luka berasal dari penumpang bus dan penumpang mobil. "Total sampai sekarang ada 64 korban luka, yang sebagian besar dari penumpang bus sisanya dari mobil," katanya.
 
Menurutnya,  untuk korban yang mengalami luka berat termasuk kernet bus, Sobari (48) masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Ciawi. "Untuk korban luka berat masih dirawat di ruanh ICU. Termasuk kernet bus yang mengalami luka di bagian kepala, patah rusuk dan kaki," tegasnya. Kecelakaan bus pariwisata tersebut juga menewaskan dua orang. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,