Gulat Manurung Jalani Pemeriksaan Tambahan

Gulat Manurung Jalani Pemeriksaan Tambahan

Tersangka penyuap Gubernur Riau, Gulat Manurung

Jakarta  - Gulat Medali Emas Manurung menjalani pemeriksaan tambahan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi atas tersangka AM.

"Ada pemeriksaan tambahan untuk dia (Gulat Medali Emas Manurung) dalam dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan Riau tahun 2014 kepada Kemenhut," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Kamis (06/11/2014).

Gulat adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Riau yang diduga menyuap AM.

Selain AM pada kasus yang sama KPK juga memeriksa Admin Legal PT Sinar Bahana Mulya Nuryani Dewi Ningrum dan dua Kasir PT Ayu Masagung Money Changer Tati dan Tety YS sebagai saksi.

AM, Gulat dan tujuh orang lainnya diamankan petugas KPK di rumah Annas di Citra Grand blok RC3 Nomor 2 Cibubur, Jakarta Timur, pada Kamis (25/09/2014) malam.

Dalam operasi tangkap tangan itu, juga didapatkan barang bukti berupa uang sebanyak 150 ribu dolar Singapura dan Rp 500 juta, sehingga bila dijumlahkan total uangnya adalah sekitar Rp 2 miliar.

Diduga pemberian ini dilakukan Gulat agar kebun kelapa sawit miliknya seluas 140 hektare yang masuk dalam kawasan Hutan Kawasan Industri (HTI) dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam Area Peruntukan Lainnya (APL.

Kebun kelapa sawit itu berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau.

KPK juga menduga uang itu digunakan sebagai ijon proyek-proyek lain di Riau karena saat penangkapan dan pemeriksaan ditemukan daftar beberapa proyek yang nanti akan dilaksanakan di provinsi Riau.

Pada saat operasi tangkap tangan tersebut petugas KPK juga menemukan uang 30.000 dolar AS, namun dalam pemeriksaan Gulat mengaku hanya memberikan suap kepada AM dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Singapura.

KPK menyangkakan AM dengan pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (AY)

.

Categories:Nasional,
Tags:kpk,