28 Tentara dan Warga Sipil Tewas, Turki Diguncang Bom

28 Tentara dan Warga Sipil Tewas, Turki Diguncang Bom

28 tentara dan warga sipil tewas saat bom mobil mledak di dekat kantor pemerintahan Turki di Kizilay, Ankara. (foto - ist)

Ankara - Bom mobil meledak di Ankara Turki, Rabu pukul 18.44 waktu setempat. Sasaran serangan bom itu diarahkan ke kawasan kantor Pemerintah Turki di Kizilay, Ankara. Pemerintah Turki mencatat, 28 orang tewas dalam ledakan bom tersebut.

"Sejauh ini tidak ada laporan mengenai WNA yang menjadi korban. KBRI Ankara terus melakukan komunikasi dengan otoritas terkait di Turki," kata Duta Besar Indonesia untuk Turki Wardana dalam keterangan tertulis Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Kamis (18/2/2016).

Juru bicara kenegaraan, Numan Kurtulmus mengatakan korban ledakan merupakan tentara dan warga sipil. Tak hanya korban jiwa, banyak juga korban luka-luka yang mencapai 61 orang.

Pejabat militer Turki yang berwenang menjelaskan, mobil yang menjadi sumber ledakan tersebut memang sudah menunggu iring-iringan bus militer melintas. Mobil tersebut menunggu tepat di lampu merah tak jauh dari pusat parlemen dan daerah militer Ankara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menjelaskan, pihaknya akan melawan setiap teror yang ada. Pihaknya juga akan berjuang melawan setiap serangan yang tidak bermoral dan tidak berperikemanusiaan.

Sementara itu, pemerintah Indonesia mengimbau agar WNI di Turki tetap waspada. "Kepada WNI yang saat ini sedang berada di Turki diimbau untuk tetap waspada dan menghindari kawasan yang berpotensi menjadi target teror," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI, dalam situs resminya, Kamis (18/2/2016).

Berdasarkan catatan resmi Perwakilan RI di Turki, terdapat 1.551 orang WNI yang bekerja di sektor swasta dan pelajar. Sekitar 1.131 orang berada di wilayah akreditasi KBRI Ankara, sedangkan sisanya berada di wilayah akreditasi KJRI Istanbul. Untuk nomor telepon hotline 24 jam KBRI Ankara yang dapat dihubungi adalah: +905321352298, +905338120760. (Jr.)**

 

.

Categories:Internasional,
Tags:,