Paket Umrah Murah Tipu Puluhan Calon Jemaah di Depok

Paket Umrah Murah Tipu Puluhan Calon Jemaah di Depok

Kantor Paket Umrah Murah di Depok telah ditinggalkan pemilik dan karyawannya. (foto - ist)

Depok - Dengan bermodus iming-iming biaya murah, kasus dugaan penipuan berkedok biro perjalanan umrah kembali terjadi di Depok, Jawa Barat, Sabtu (20/2/2016). Sedikitnya pelaku berhasil menipu 40 calon jemaah.

Sejumlah penyidik dari Unit Kriminal Umum (Unit Krimum) Polresta Depok pun langsung mendatangi kantor travel umrah bodong tersebut. Sayang, kantor travel umrah Konsorsium Simply Umroh (SSI Group) di Jalan Kartini No. 51 Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Depok itu ternyata telah tutup ditinggal kabur pemilik dan manajemen.

Polisi pun terpaksa memagari ruko yang terdiri atas tiga lantai ini dengan garis pembatas (police line). Berdasarkan data yang ada, dalam aksinya penyedia jasa travel  itu pun mengiming-imingi calon jemaah dengan paket umrah murah seharga 1.750 dolar AS. Namun, bukannya mereka ibadah ke Tanah Suci yang didapat, malah puluhan calon jemaah tertipu dan tak kunjung diberangkatkan.

Menurut salah seorang karyawan yang bersebelahan dengan ruko penyedia travel umrah tersebut, Batara Aryo, awal Januari 2016 penyedia jasa travel tersebut masih buka. Namun pada pertengahan Januari sudah tutup dan jarang buka.

Awal Januari masih buka, tapi jarang-jarang. Kayak sudah dilihat-lihat dulu, kalau sepi dia buka, tapi kalau ramai tidak jadi buka," katanya. Sedangkan si pemilik hanya datang saat malam hari dan kalau pagi atau sore hari tidak ada, yang ada hanya karyawan yang biasa mengurus administrasi.

"Sekarang pun karyawannya tidak tahu di mana, sudah tutup terus. Padahal banyak sekali yang datang," katanya. Kekesalan sejumlah korban terlihat dengan jelas di lokasi kejadian dengan banyaknya cat bertuliskan 'awas penipuan'.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Komisaris Teguh Nugroho mengatakan, sampai saat ini sudah tercatat ada sekitar 40 orang korban yang mengaku tertipu jasa biro perjalanan umrah tersebut.

"Kasusnya masih terus kami kembangkan. Yang bersangkutan, pemilik maupun karyawan travel, tidak ada di lokasi saat kami datangi. Kasusnya kini sedang kami dalami," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,