Operasi Pekat Kalijodo 3 Pria Diciduk Miras & Kondom Disita

Operasi Pekat Kalijodo 3 Pria Diciduk Miras & Kondom Disita

Operasi Pekat Kalijodo, mujlai dari penangkapan tiga orang pria, senjata tajam, minuman keras hingga alat kontrasepsi semuanya diamankan. (foto - ist)

Jakarta - Operasi Penyakit masyarakat (Pekat) yang melibatkan ribuan aparat gabungan Polda Metro Jaya, TNI dan Satpol PP menangkap tigaa orang pria yang kedapatan membawa narkoba saat polisi menggerebek kafe di lokalisasi prostitusi Kalijodo, Sabtu.

Mereka kedapatan membawa alat hisap sabu dan setelah dites urine positif mengandung narkoba, sehingga petugas langsung menggiringnya ke markas polisi. Selaian itu, petugs juga menyitaa puluhan senjata tajam, ratusan kotak kondom, ratusan anak panah, ribuan kaleng dan botol bir.

"Ketiga orang yang ditangkap itu positif ampetamin," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Eko Daniyanto, di Jalan  Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/2/2016). Tiga pemuda itu kedapatan mengonsumsi barang haram saat polisi menggerebek Cafe Winstar, yang berada di lokalisasi Kalijodo. 

Petugas mendapati seorang pemuda membawa bong. Setelah dilakukan interogasi, tiga orang kemudian diminta mengikuti test urine. Hasilnya, ketiganya positif mengandung barang haram. Polisi pun langsung menggiring mereka ke mobil untuk dibawa ke markas. "Mereka kita bawa ke Kasat Narkoba Jakarta Utara," tegas Eko.

Sementara itu, Operasi Pekat juga menyita sejumlah senjata tajam, miras hingga alat kontrasepsi. "Ada sekitar 10 ribu-an bir yang kita temukan di sini (Kafe Intan), 400 anak panah yang kami duga beracun," kata  Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Kombes Martuani Sormin.

Operasi Pekat sedikitnya menyasar 66 kafe di kawasan Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Selain menyita ratusan kondom, polisi juga menyita gunting, palu, linggis, pisau pemotong kue, dan foto-foto perempuan yang didapat dari kafe.

Mmenurut Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, barang bukti terbanyak didapatkan dari Kafe Intan. Kafe itu diduga milik pentolan Kalijodo, Abdul Azis atau yang karib disapa dengan Daeng Aziz. Ribuan botol dan kaleng bir dikeluarkan dari kafe.

Aparat  gabungan dalam menjalankan tugasnya menyebar ke beberapa lokasi. Sebagian kafe ada yang memang tidak terkunci karna sudah ditinggal pemiliknya. Namun, beberapa kafe sengaja dikunci dengan gembok oleh pemilik.

Petugas gabungan pun terpaksa merusak gembok serta pintu untuk bisa masuk. Sebagian besar tempat  yang disisir sudah ditinggali pemiliknya. Salah satu tempat yang ditemui botol miras, yakni di Wisma Citra yang berada di gang kawasan Kalijodo. Di lokasi ini sudah sepi, tak ada warga yang tinggal, tapi ditemukan puluhan botol miras.

Sejalan dengan jalannya proses operasi, polisi dengan pengeras suara di atas mobil memberitahukan bahwa operasi yang dilakukan untuk merazia miras, senjata tajam, narkoba. Bahkan berkali-kali warga yang mengetahui informasi narkoba atau miras memberitahukan ke petugas.

"Tolong kepada warga yang tahu perihal narkoba, minuman keras, beritahu kepada kami. Kami imbau untuk kerja sama. Ini bukan dalam penggusuran tapi hanya melakukan operasi pekat narkoba dan miras," sebut polisi tersebut. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,