Tiga Bupati Terpilih di Sulawesi Selatan Berstatus Tersangka

Tiga Bupati Terpilih di Sulawesi Selatan Berstatus Tersangka

Meski demo dan poster anti-korupsi di Makassar gencar dilakukan, mereka yang terjerumus tetap marak. (foto - ilustrasi)

Makassar - Bupati Kabupaten Barru, Andi Idris Syukur yang baru saja dilantik bersama sembilan bupati lainnya di kantor Gubernur Sulawesi Selatan Rabu lalu, terjerumus kasus yang mengancamnya masuk penjara.

Andi Idris pun terancam ditahan sebagai tersangka dugaan kasus gratifikasi dan pemerasan, terhadap perusahaan tambang di Sulawesi Selatan. Berkas tersangka akan dilimpahkan oleh Mabes Polri ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pekan depan, setelah berkas dilengkapi atau P21.

"Pelimpahan berkas diserahkan ke Kejati Sulsel dan akan disidangkan di Kota Makassar. Yang bersangkutan akan dilimpahkan dalam waktu dekat dari Mabes Polri ke Kejaksaan Tinggi, " kata Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Sabtu (20/2/2016)

Andi Idris Syukur ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan pemerasan pada perusahaan tambang. Ia diancam dengan Pasal 12 Huruf E Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan Pasal 1 dan 2 Undang Undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

Sementara itu, dua bupati lainnya di Sulsel yang kembali menjabat, juga tersangkut kasus hukum. Yakni Bupati Maros, Hatta Rahman dan Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid.

Hatta Rahman berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek lampu jalan dan diusut Mabes Polri. Sedangkan Syamsuddin Hamid terbelit kasus dugaan ijazah palsu yang tengah diselidiki oleh Polda Sulsel. (Jr.)**

 

.

Categories:Daerah,
Tags:,