Jamu Putri Thailand, Kamboja Bangun Toilet Rp 538 Juta

Jamu Putri Thailand, Kamboja Bangun Toilet Rp 538 Juta

Kamboja membangun toilet senilai Rp 538 juta hanya untuk menjamu Putri Thailand. (foto - ist)

Ratanakkiri - Pemerintah Thailand membangun sebuah toilet seharga 40 ribu dolar AS atau setara Rp 538 juta, di tepi Danau Yeak Laom di Provinsi Ratanakkiri, provinsi termiskin di Kamboja. Hal itu untuk memberikan jamuan terbaik bagi Putri Mahkota Thailand Maha Chakri Sirindhorn.
 
Seperti dilansir Independent, Senin (22/2/2016) pembangunan toilet untuk sang putri memunculkan kritik keras dari publik Kamboja. Pasalnya, toilet itu hanya akan digunakan untuk kunjungan singkat Maha Chakri selama tiga hari, untuk kemudian dihancurkan begitu saja.
 
"Pembangunan kamar mandi di pinggir danau itu merupakan penghinaan terhadap rakyat Kamboja, karena sebagian besar masyarakat kita masih kesulitan mengakses sanitasi modern. Jumlah toilet umum di negara ini masih sedikit, tetapi pemerintah menggunakan 40 ribu dolar AS hanya untuk membangun toilet satu malam," protes Andrew MacGreghor Marshall.
 
Pensiunan jurnalis Skotlandia yang banyak menulis isu konflik, politik dan kriminalitas di Asia dan Timur Tengah itu mengatakan, dana sejumlah itu bisa dipakai untuk membangun sanitasi yang layak bagi seluruh warga desa.
 
Sependapat dengan Marshall, Direktur Tim Pembangunan Desa Kamboja, Channy Or mengatakan, biaya kamar mandi Putri Sirindhorn 130 kali lebih harga pembangunan toilet umum standar di daerah.
 
Disebutkan, proyek kamar mandi seluas delapan meter persegi itu dikerjakan oleh perusahaan konstruksi SCG asal Thailand. Jadwal pembangunan diharapkan selesai dalam waktu 19 hari sebelum kedatangan sang tamu kehormatan.
 
Kuli pun didatangkan langsung dari Thailand, demikian juga material bangunan diimpor dari Bangkok dengan perkiraan harga yang lebih murah. "Bangkok boleh saja menghabiskan 1.000 atau 2.000 dolar AS, untuk mendirikan kamar mandi yang baik. Sisanya lebih baik diberikan kepada masyarakat atau untuk pembangunan desa," kata Channy Or.
 
Terkait polemik itu Manajer SCG, Pursat menjelaskan isu itu tidak sepenuhnya benar. Pembangunan toilet seharga itu memang ada, tetapi bangunannya tidak akan dirubuhkan. "Toiletnya dihilangkan, tetapi bangunan kecil itu nantinya bisa dipakai sebagai kantor," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,