PSK Kalijodo Diberi Ongkos Jika Mau Pulang Kampung

PSK Kalijodo Diberi Ongkos Jika Mau Pulang Kampung

PSK Kalijodo akan diberikan pelatihan dan bagi mereka yang mau pulang kampung diberikan ongkos. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Bagi warga Kalijodo yang direlokasikan ke Rusun Marunda Jakarta Utara, bisa tinggal gratis di sana selama tiga bulan, namun setelah itu mereka dikenakan biaya operasional. Sementara bagi pekerja seks komersial (PSK) Kalijodo akan diberikan pelatihan dari pemerintah daerah. Jika mereka menolak, Pemda DKI siap membiayai ongkos pulang kampung.
 
"Setiap lantai memiliki biaya operasional berbeda, mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 180 ribu. Mereka pun diwajibkan membayar listrik dan air sesuai pemakaian," kata Kepala Pengelola Rusunawa Marunda, Suharyati di Rusunawa Marunda, Jakarta Utara, Selasa (23/2/2016).
 
Menurutnya, Rusunawa Marunda terdiri atas 26 tower. Namun, hanya 25 tower yang bisa dihuni warga karena satu tower masih dalam perbaikan. "Rusun Marunda terdiri atas 26 tower dengan tiga cluster, yakni Cluster A, B, dan C. Untuk warga Kalijodo ditempatkan tersebar di beberapa cluster. Salah satunya di Cluster A blok 11," kata Suharyati.
 
Sebelumnya, Wagub  DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, para PSK Kalijodo bakal menerima pelatihan dari pihak pemerintah daerah. Bila mereka menolak, Pemda DKI siap memberikan ongkos untuk pulang kampung.
 
"Untuk pekerja malam akan kita latih, kalau mereka mau beralih profesi kita fasilitasi, pelatihan kita siapkan termasuk penempatannya. Kita sudah kerja sama dengan Kemensos. Tapi kalau mereka mau pulang kampung bilang ke kami, kami fasilitasi dan kami beri ongkos," katanya.
 
Sementara itu, bagi anak-anak penghuni Kalijodo nantinya akan mendapat fasilitas bus sekolah gratis untuk membantu di ranah pendidikan. Segala cara akan dilakukan demi terwujudnya penertiban Kalijodo, untuk ruang terbuika hijau (RTH). "Kami akan fasilitasi bantu pendidikan anak-anaknya," tegas Djarot.
 
Semua fasilitas akan diberikan bila warga mendaftar pada Pemda DKI hingga 28 Februari. Sebab, tidak lama lagi penertiban. "Kami sudah‎ sosialisasi, kemarin SP1, sebentar lagi SP2 dan SP3. Kami berharap, bagi warga yang KTP DKI segera melapor untuk mendapatkan rusun," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,