5 Orang Jadi Tersangka, Korupsi Membelit KPU-Bawaslu Jatim

5 Orang Jadi Tersangka, Korupsi Membelit KPU-Bawaslu Jatim

Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi.

Surabaya Sedikitnya lima orang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu Presiden/Pemilu Legislatif tahun 2014, di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.
 
Kelima orang tersangka yang ditetapkan tersangka oleh Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu yakni, Anton Yuliono (PPSPM), Achmad Suhari (Bendahara KPU Jatim), Fahrudi (pegawai BUMN, perantara), Ahmad Sumariyono (konsultan), dan Nanang Subandi (rekanan). Mereka ditetapkan tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan tertanggal 24 Februari 2016.
 
"Sudah kami tetapkan lima orang sebagai tersangka," kata Kepala Kejari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, Rabu (24/2/2016) . Kelima tersangka ditetapkan setelah penyidik memeriksa 15 saksi selama sebulan terakhir. Keterangan mereka cocok tentang adanya proyek fiktif DPT, saat pelaksanaan Pemilu Presiden/Pemilu Legislatif tahun 2014. "Tersangka bisa bertambah," katanya.
 
Seperti diketahui, sejak Januari 2016, Kejari Surabaya menyidik dugaan korupsi proyek pengadaan dan distribusi cetak DPT Pemilu Presiden/Pemilu Legislatif tahun 2014 di KPU Jatim. Ternyata proyek itu fiktif dan hanya diajukan untuk mencairkan anggaran komisi. Kerugian negara diperkirakan Rp 7 miliar.
 
Sejauh ini penyidik sudah mengantongi alat bukti kuat terjadinya korupsi. Antara lain bukti surat-menyurat pengajuan pencairan anggaran proyek fiktif dan bukti transfer uang. Penyidik juga sudah meminta keterangan Kepala Bakesbangpol Linman Jatim, Jonathan Junianto. Saat proyek dilaksanakan, ia sebagai Sekretaris KPU Jatim. (Jr.)**
.

Categories:Politik,
Tags:,