9 Tersangka Diringkus di Klinik Dokter Aborsi Menteng

9 Tersangka Diringkus di Klinik Dokter Aborsi Menteng

Sembilan orang tersangka diringkus di Rumah Dokter Aborsi Menteng, Jakarta Pusat. (foto - ist)

Jakarta - Sedikitnya polisi meringkus sembilan orang tersangka saat melakukan penggerebekan di dua lokasi klinik dokter aborsi ilegal di kawasan Menteng, Cikini, Jakarta Pusat. Bahkan, di rumah nomor 7 Jalan Cimandiri yang dijadikan klinik aborsi ilegal itu, polisi menemukan tulang belulang janin, alat kotrasepsi jenis spiral dan handuk
 
Kesembilan orang tersangka yang diringkus tersebut, di antaranya MM alias A (dokter), SAL alias dokter M, NEH, HAS, SY, MN, IU, R dan H. Mereka  dijerat dengan Pasal 75 junto pasal 194 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 73, 77 dan 78 UU RI nomor 29 tahun 2004 tentang praktik kedokteran, pasal 64 junto pasal 83 UU RI No 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan, pasal 299, 346, 348, 349 KUHP dan juga pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman 10 tahun penjara.
 
Dalam penggerebekan itu pula ditemukan adanya sejumlah benda yang diduga bagian dari janin-janin yang pernah diaborsi di klinik dokter aborsi ilegal, Menteng, Cikini, Jakarta Pusat. Semua benda itu ditemukan di dalam lubang pembuangan air alias septic tank, pada saat polisi membongkar lubang itu.
 
"Tempat pembuangan janin yang diaborsi sudah kita buka. Di situ banyak ditemukan tulang-tulang, ada spiral, ada handuk," kata Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Mujiono, Rabu (24/2/2016).
 
Polisi pun membawa seluruh benda itu ke Pusat Laboratorium Polri sebagai barang bukti untuk diteliti, termasuk sampel air dari saluran pembuangan. Diduga, selama ini dokter membuang janin hasil aborsi ke lubang khusus, yang tersambung ke septic tankLubang itu dibuat sedemikian rupa tepat di samping closet di dalam salah satu toilet. Polisi telah menutup klinik aborsi tersebut dengan garis polisi.
 
Sementara itu, di klinik dokter aborsi ilegal di Menteng, Cikini itu pula polisi menemukan peralatan medis dan obat-obatan berbahaya. Kepala Subdit III Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid menyatakan, alat medis itu dinyatakan berbahaya karena tidak higienis. "Alat-alat yang digunakan tidak higienis, kemudian alat-alat tersebut hanya dicuci begitu saja saja. Ada alat steril, tapi sudah karatan. Ya ini sangat bahaya dari segi kesehatan," kata nya.
 
Menurut Dokter Forensik Polri, dr. Arif di dalam klinik polisi juga menyita beberapa kantong infus dan obat-obatan yang sudah kedaluwarsa. Bahkan, infus itu sudah habis masa kedaluwarsanya sejak tahun 2014.
 
"Obatnya sudah kedaluwarsa tahun 2014. Ini obat spasminal. Ini juga ada obat penghilang rasa nyeri dan ax section, biasa dilakukan aborsi kurang dari tiga bulan. Semua cairan infusnya juga sudah kedaluwarsa," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,