Aborsi di Klinik Cikini Ditangani Dokter Spesialis Gadungan

Aborsi di Klinik Cikini Ditangani Dokter Spesialis Gadungan

Aborsi di Klinik Cikini ditangani dokter spesialis gadungan yang lulusan SMP. (foto - ist)

Jakarta - Seseorang yang mengaku sebagai dokter spesialis kandungan di klinik yang melayani jasa praktik aborsi di kawasan Cikkini, Menteng Jakarta Pusat ternyata seorang dokter gadungan. Setelah diteliti dan dilakukan pengecekan, dokter spesialis tersebut hanya seorang lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
 
Menurut Kasubdit III Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Polda Metro Jaya AKBP Adi Vivid, dari 10 orang yang diamankan ada satu orang yang mengaku-ngaku dokter spesialis kandungan adalah lulusan SMP. "Tersangka SAL alias IM alias M merupakan dokter gadungan lulusan SMP, di klinik yang ada di kawasan Jalan Cimandiri," katanya.
 
Selain itu, polisi mengamankan seorang dokter umum, namun tidak mengantongi izin praktik aborsi. Kemudian beberapa orang lainnya yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut. "Ada juga dokter umum berinisial MN (75), karyawan klinik dan juga calo,” katanya.
 
Menurut Vivid, bagi pasien yang melakukan aborsi secara ilegal akan ditetapkan sebagai tersangka, jika syarat-syarat untuk melakukan aborsi tidak bisa dipenuhi. "Pasien juga bisa jadi tersangka, bila aborsi disengaja tidak sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.
 
Adi Vivid mengatakan, klinik penyedia abori ilegal tersebut membandrol jasanya berdasarkan usia kehamilan. "Harga yang ditawarkan macam-pmacam, ada yang Rp 2 juta, Rp 3,5 juta jika masih kehamilan muda. Namun kalau sudah gede seperti enam bulan sampai tujuh bulan itu bisa sampai Rp 10 juta,” katanya.
 
Menurutnya, permainan para penyedia jasa praktik aborsi ilegal itu pun terbilang cukup rapi karena memang para pelaku sudah beroperasi cukup lama. "Mereka itu lihai, jika ada pasien pasti para pelaku meminta ketemuan di suatu tempat terlebih dahulu untuk memastikan,” katanya.
 
Apabila sudah bertatap muka di suatu tempat, pelaku langsung menetapkan biaya jasa praktik. Jika sudah terjadi kesepakatan, pasiennya langsung dibawa ke klinik. "Setelah ketemu pelaku baru menetapkan biaya, berapa-berapanya tergantung kerumitan atau usia kehamilan," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,