Harga Kantong Plastik Baiknya tanpa Intervensi Pemda

Harga Kantong Plastik Baiknya tanpa Intervensi Pemda

Penentuan harga kantong plastik memang sebaiknya tanpa intervensi Pemda. (foto - ilustrasi)

Jakarta Pemerintah daerah diminta untuk tidak mengintervensi besaran harga untuk kantong plastik berbayar, karena toko ritel modern mempunyai mekanisme sendiri terkait dengan perhitungan harga kantong tersebut.
 
Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, berdasarkan perhitungan asosiasi harga kantong plastik yang biasa digunakan masyarakat saat berbelanja hanya sekitar Rp 200 per lembar. Sedangkan pemerintah daerah menetapkan harga kantong lebih tinggi dari harga itu.
 
Di DKI Jakarta misalnya Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memasang bandrol Rp 5.000 per lembar untuk kantong plastik, yang digunakan masyarakat untuk berbelanja di ritel modern. Harga itu dinilai terlalu mahal.
 
"Dengan hanya Rp 200 ini saja belum selesai, pemerintah daerah sudah mengatakan seharga Rp 5.000, Rp 7.500, Rp 10.000. Pak Wagub ini tidak paham tentang simulasi Rp 5.000 dari mana," katanya.
 
Selain itu, ‎jika dikenakan harga kantong plastik yang terlalu mahal, dikhawatirkan justru akan menjadi ladang pungutan yang tidak jelas tujuannya. Oleh karena itu, dia meminta tidak ada intervensi terkait harga kantong plastik tersebut.
 
‎"Kalau kami diminta tanggung jawab, kami belum siap, kalau itu dianggap sebagai pungutan. Jadi kami meminta janganlah kami dibebani dengan hal-hal yang demikian‎," tegasnya.
 
Tutum mengatakan, jika ditentukan oleh pemerintah daerah, maka harga kantong plastik di masing-masing daerah akan berbeda-beda. Hal itu justru dinilai akan membingungkan pengusaha ritel modern termasuk masyarakat.
 
‎"Dengan adanya batasan harga nanti bikin orang bingung. Selain itu, mekanisme kami dengan computerize. Kalau setiap kota beda-beda nanti jadi kacau," tambahnya. (Jr.)**
.

Categories:Info Bisnis,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait