Wisatawan Kembali Bisa Nikmati Kaldera Gunung Bromo

Wisatawan Kembali Bisa Nikmati Kaldera Gunung Bromo

Kaldera Gunung Bromo

Probolinggo Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali dibuka untuk objek wisata kaldera Gunung Bromo secara terbatas, setelah status gunung yang memiliki ketinggian 2.329 meter dari permukaan laut itu diturunkan menjadi waspada.

"Hasil rapat koordinasi pembukaan wisata Bromo yang dihadiri 10 multipihak terkait, maka kawasan kaldera Bromo dibuka secara terbatas mulai hari ini pukul 13.00 WIB," kata Kepala Balai TNBTS  Ayu Dewi Utari, Sabtu (27/2/2016).

Adapun status Gunung Bromo yang berada di perbatasan empat kabupaten di Jatim, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Malang, dan Lumajang diturunkan dari siaga (level III) menjadi waspada (level II),  karena aktivitas gunung api tersebut menurun baik secara visual maupun seismik.

"Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dengan penurunan status menjadi waspada, masyarakat dan wisatawan dapat beraktivitas di kaldera Tengger atau lautan pasir berbisik. Namun tidak diperkenankan menuju ke kawah Bromo," katanya.

Menurut Ayu,  dalam rangka konservasi ekosistem kawasan Gunung Bromo dan menghormati ritual "Wulan Kepitu" masyarakat Tengger dan pembenahan jalur wisata, maka kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Tengger Laut Pasir sejak 27 Februari hingga 11 Maret 2016.

"Kegiatan selamatan budaya Tengger akan dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2016, yang akan dilanjutkan dengan kegiatan kerja bakti seluruh pihak terkait dari empat pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo," bebernya.

Pembukaan kawasan wisata Bromo secara penuh dilaksanakan pada 12 Maret 2016, yakni kendaraan bermotor dapat memasuki kawasan Tengger Laut Pasir dengan menaati peraturan yang berlaku. "Kami akan memberlakukan pengaturan jalur kendaraan bermotor, jalur kuda dan jalur pejalan kaki, sehingga kami imbau wisatawan yang menggunakan jalur itu mematuhinya," tegas Ayu.

Sementara itu, Kepala Sub-Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Hendra Gunawan mengatakan, status Gunung Bromo diturunkan dari siaga menjadi waspada. Hal itu setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap penurunan aktivitas gunung api itu.

"Lewat penurunan status Gunung Bromo pada level II, jarak aman juga dipersempit menjadi 1 kilometer dari puncak kawah. Sedangkan pada saat siaga, jarak aman mencapai sekitar 2,5 kilometer dari puncak," katanya. (Jr.)**

.

Categories:Wisata,
Tags:,