Kalijodo dari Hingar Bingar hingga Layaknya Kota Mati

Kalijodo dari Hingar Bingar hingga Layaknya Kota Mati

Suasana di kawasan Kalijodo layaknya sebuah kota mati setelah ditinggal sebagian besar warga penghuni, PSK dan lelaki iseng pencari pemuas nafsu. (foto - ist)

Jakarta - Tak terdengar lagi hingar bingar musik cafe dan celotehan para wanita penjaja pemuas birahi kaum lelaki hidung belang, Kalijodo, Penjaringan Jakarta Utara menjelang penggusuran pada Senin besok, layaknya sebuah kota mati. Terlebih PT Perusahaan Listrik Negara (PLN - Persero) telah mencabut aliran listrik.

"Kami di sini menertibkan APP (alat pengukur dan pembatas). Itu kan aset PLN, jadi harus kita amankan," kata Asisten Manager Transaksi Energi, PLN Area Bandengan, Akmal Fahmi di Kalijodo, Jakarta, Minggu (28/2/2016).

Ia mengatakan, petugas PLN menemukan banyak kafe dan rumah warga yang tak memiliki meteran listrik. Setelah dicek, memang ada yang resmi tapi ada juga yang tidak resmi. Namun pihak PLN belum bisa memastikan berapa kerugian negara yang dialami, akibat pencurian listrik oleh masyarakat sekitar kawasan Kalijodo.

"Ada pelanggan resmi, ada juga yang ilegal. Namun kalau sudah seperti ini kita nggak bisa cek lagi legal atau tidak legal. Yang jelas sebagian resmi, pelanggan PLN," katanya. Akmal pun meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut siapa saja yang terlibat pencurian listrik, termasuk dengan kasus pencurian listrik di Cafe Intan milik pentolan Kalijodo Daeng Azis.

Di lokasi, sejumlah warga di kawasan Kalijodo sibuk membawa perabotan keluar dari dalam rumahnya. Bahkan banyak warga yang sudah membongkar rumahnya. Tidak tampak lagi aktivitas warga dan ratusan PSK, yang biasanya ramai berseliweran di kawasan Kalijodo.

Kawasan yang dikenal sebagai lokalisasi kelas bawah itu memang sudah sepi, layaknya kota mati. Namun demikian, masih ada beberapa warga yang nekat bertahan di Kalijodo. Mereka ingin mendapat ganti rugi yang layak dari Pemprov DKI. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,