Guncangan Psikis Dera Korban Tenggelam Kapal Rafelia II

Guncangan Psikis Dera Korban Tenggelam Kapal Rafelia II

Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia II yang tenggelam di Selat Bali. (foto - ist)

Banyuwangi - Sedikitnya 12 orang penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Rafelia II, harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. Mereka berhasil diselamatkan setelah kapal itu tenggelam di Selat Bali, Jumat siang.

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, ‎dr. Widji Lestariono, terdapat seorang di antara mereka harus menjalani perawatan intensif karena mengalami patah kaki."Seluruhnya ada 12 orang, di RSI Banyuwangi ada 5, terdiri atas 3 orang laki-laki dan 2 perempuan. Sementara, yang di RSU Blambangan ada satu orang yang merupakan ABK (anak buah kapal)," kata dr. Widji Lestariono.

Dokter yang akrab disapa ‎Rio itu menyatakan, mereka yang dirujuk ke rumah sakit umumnya mengalami guncangan psikis akibat musibah yang dialaminya. Setelah dilakukan penanganan, pihak rumah sakit  ‎pun mengizinkan 6 orang di antaranya untuk pulang dan beristirahat di rumah.

"Terdapat enam orang yang harus tinggal dan harus menjalani perawatan. Ada seorang ABK yang harus kami lakukan tindakan medis, karena mengalami keretakan pada tumit kaki," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Rafelia II tenggelam di Selat Bali, Jumat siang. Sejumlah 76 orang dapat diselamatkan dari kejadian itu. Sementara lima orang lainnya dikabarkan hilang. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,