NASA Tepis Anggapan Gerhana Matahari Total Picu Gempa

NASA Tepis Anggapan Gerhana Matahari Total Picu Gempa

Ilmuwan NASA tepis anggapan gerhana Matahari total picu gempa. (foto - ist)

Jakarta - Sejumlah pertanyaan dan prediksi mengemuka terkait peristiwa astronomi gerhana Matahari total pada 9 Maret 2016, bisa memicu terjadinya gempa.  Prediksi bencana lain pun muncul, yang dikaitkan dengan kesejajaran planet di Tata Surya tersebut.

Dikutip dari situs Inggris Expresssejumlah gempa kebetulan terjadi berdekatan dengan terjadinya gerhana matahari. Misalnya, pada 21 Juni 2001, saat sang surya absen sesaat dari sebagian wilayah Afrika, termasuk Angola dan Zambia, gempa mengguncang Montenegro.

Sementara pada 24 Oktober 1995, lindu dengan kekuatan 3,7 SR terjadi di Yunan, Cina yang kebetulan berdekatan dengan gerhana. Baru-baru ini, gempa dengan kekuatan 7,8 pada skala Richter dirasakan kuat di sebagian wilayah Sumatera dan memicu kepanikan warga. Lagi-lagi kebetulan gempa tersebut terjadi tujuh hari sebelum gerhana matahari total 2016.

Faktanya memang demikian, kaitan gerhana matahari dan gempa tak seheboh isu supermoon yang punya predikat sebagai 'pemicu' bencana. Ini dikaitkan dengan lindu dahsyat di Jepang pada 2011 dan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, yang terjadi 2 pekan sebelum supermoon 10 Januari 2005.

Mengenai hal itu, peneliti Marshall Space Flight Center NASA,  Mitzi Adams pernah menyatakan, tidak ada korelasi antara gerhana matahari dan bulan dengan meningkatnya gempa dan badai.

Hal yang sama juga dikemukakan ilmuwan NASA, Dr. Nat Gopalswamy yang kini berada di Indonesia untuk memantau sekaligus melakukan penelitian tentang gerhana matahari total 9 Maret 2016. "Menurut saya, gerhana tak mempengaruhi kegempaan," kata Gopalswamy.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sendiri akan meneliti efek gravitasi maksimum, dan dampaknya terhadap kegempaan saat Gerhana Matahari Total (GMT) 2016.

"Hipotesanya ada teori yang menyebutkan, saat gerhana matahari total ada efek gravitasi maksimum, itu akan kami teliti. Begitu juga dampaknya terhadap kegempaan saat atau pascagerhana matahari total," kata Kepala Pusat Seismologi Teknik Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG Jaya Murjaya. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,