Staf Khusus Wapres Diperiksa Penyidik Kejaksaan Agung

Staf Khusus Wapres Diperiksa Penyidik Kejaksaan Agung

Staf Ahli Wapres Wijayanto Samirin diperiksa Penyidik Kejaksaan Agung. (foto - ist)

Jakarta - Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Wijayanto Samirin diperiksa Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung). Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan itu diperiksa sebagai saksi, terkait kasus dugaan korupsi perjanjian kerja sama antara PT Hotel Indonesia Natour (BUMN) dan PT Cipta Karya Bumi Indah (CKBI), yang merupakan anak usaha Djarum Group.

"Ia diperiksa sebagai saksi dan hadir memenuhi panggilan penyidik," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Amir Yanto di Kejagung, Jakarta, Selasa (8/3/2016). Wijayanto Samirin diperiksa mengenai pengajuan proposal penawaran pengembangan Hotel Indonesia, oleh PT Cipta Karya Bumi Indah ke PT Hotel Indonesia Natour.

"Kedudukan saksi saat itu selaku penyusun proposal penawaran pengembangan Hotel Indonesia untuk PT Cipta Karya Bumi Indah," katanyaSelain Wijayanto, penyidik juga memeriksa Tessa Natalia Hartomo selaku Presiden Direktur PT Grand Indonesia. Pemeriksaan mengenai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Hotel Indonesia dan PT CKBI.

"Nantinya PT Grand Indonesia akan melaksanakan pengelolaan dengan sistem Build, Operate, and Transfer (BOT) termasuk ada tidaknya perjanjian BOT atas keberadaan Gedung Menara BCA dan Apartemen Kempinski," tegasnya. Sejauh ini Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Kejagung pun telah memeriksa sedikitnya delapan saksi dan seorang ahli. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,