Boscha Pasang Alat Tinjau Gravitasi Bumi Saat GMT

Boscha Pasang Alat Tinjau Gravitasi Bumi Saat GMT

Obsevatorium Boscha Lembang pasang alat tinjau gravitasi Bumi geo magnet dan gravity meter. (foto - ist)

BandungObservatorium Boscha memantapkan upaya pemantauan secara langsung Gerhana Matahari Total (GMT) Rabu (9/3/2016). Selain menggunakan tiga teleskop berdiameter 20 sentimeter, Boscha juga mengamati efek dari GMT dengan menggunakan alat geo magnet dan gravity meter.

"Ada dua jenis alat masing-masing dua untuk meninjau gravitasi bumi akibat gerhana matahari," kata Dedi Sukmayadi, pranata Laboratorium Pendidikan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) di Observatorium Boscha, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Menurutnya, dua jenis alat itu mempunyai fungsi masing-masing. Geo magnet untuk mengecek magnet bumi efek dari GMT. Alat itu pada posisi aman dari gangguan medan magnet seperti sinyal telepon seluler, ikat pinggang yang terbuat dari kepingan besi dan sejenisnya.

"Alat geo magnet akan dipasang di dua tempat berbeda, satu di dekat pos depan dan satu lagi di dekat teleskop utama. Namun posisinya yang aman dari medan magnet," katanya.

Selain itu hal serupa dilakukan saat meletakkan gravity meter, yakni di tempat bersembunyi yang terhindar dari getaran kencang, kendaraan misalnya. Sebab, jika terkena getaran akan mengganggu proses peninjauan gravitasi bumi akibat dari GMT. "Kita sengaja cari ruangan yang sepi, jauh dari kendaraan yang melintasi," tegas Dedi.

Sementara kedua jenis alat itu untuk memonitor perubahan yang terjadi terhadap perputaran bumi akibat dari GMT. Perubahan itu bisa berdampak pada perubahan iklim serta suhu udara. Namun untuk mengetahui hasil tinjauan dari kedua alat itu membutuhkan waktu sekitar sepekan.

"Nanti kita bisa lihat setelah hasilnya keluar dalam satu minggu ini. Apakah ada perubahan atau tidak. Karena kalau ada perubahan, nanti bulatan yang ada di alat tersebut terdapat benjolan," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Infotech,
Tags:,