Pesona dan Keunikan yang Tersisa dari Perayaan Nyepi

Pesona dan Keunikan yang Tersisa dari Perayaan Nyepi

Pesona dan Keunikan yang Tersisa dari Hari Raya Nyepi. (foto - ist)

Gianyar - Seluruh aktivitas di Bali berhenti total dari Rabu pagi hingga Kamis (10/3/2016) pagi, di mana umat Hindu Bali melangsungkan hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1938. Bali memang menyimpan sejuta pesona dan keunikan tersendiri, menyangkut adat istiadat warganya.
 
Pesona dan keunikan adat dan budaya tersebut telah menjadi nilai plus Bali, yang sesungguhnya tidak dimiliki oleh pulau-pulau lain di Indonesia bahkan dunia. Nyepi atau wisatawan asing menyebutnya dengan istilah "Day of Silence" diperingati setiap Isakawarsa (tahun baru saka).
 
Nyepi yang jadi hari libur nasional di Indonesia adalah hari keheningan, puasa dan meditasi bagi masyarakat Pulau Dewata. Dalam merayakan Nyepi, umat Hindu Bali melangsungkan Catur Brata Penyepian, yakni empat pantangan saat melaksanakan Tapa Brata Penyepian. 
 
Yakni Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Lelungaan (tidak bepergian), Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang) dan Amati Karya (tidak bekerja). "Keempat pantangan itu memiliki makna menghentikan seluruh aktivitas. Termasuk pengendalian nafsu yang digambarkan dengan Amati Geni, melepaskan diri dari pengaruh duniawi dengan tidak bersenang-senang dan tidak bekerja," kata salah seorang pemuka di Gianyar, Bali, Jero Mangku Puaka.

Menurutnya, dengan melakukan pantangan itu diharapkan bisa melakukan introspeksi diri atau dikenal dengan istilah Mulat Sarira, setelah melewati masa satu tahun sebelumnya. Terkait dengan itu suasana Bali yang biasanya disibukkan dengan beragam aktivitas, tampak lengang sunyi dan gelap gulita

"Tidak ada bising suara kendaraan, tidak ada kepulan asap dari knalpot motor, bahkan tanpa ada suara orang yang tengah berbincang. Dedaunan yang diterpa angin pun akan terdengar jelas. Bali benar-benar sunyi," tegas Mangku Puaka.

Saat malam tiba, cahaya bintang di langit terlihat lebih terang dari biasanya, karena saat Nyepi ada larangan untuk tidak menyalakan cahaya berupa lampu dan sejenisnya. "Suasana malam benar-benar gelap gulita. Diawali dengan Malam Pengrupukan, yakni malam sebelum Nyepi
 
Berbagai hal cukup unik dilakukan warga Bali, yakni serangkaian seremoni persembahyangan baik di lingkungan masing-masing maupun di tepi pantai. Warga pun sambil memukul bunyi-bunyian untuk mengusir pengaruh negatif di rumah mereka.
 
Selepas malam ketika matahari mulai menampakkan dirinya sekitar pukul 06.00 pagi, sejumlah warga pun melangsungkan persembahyangan yang biasanya dilakukan di tepi pantai. Ini semua merupakan pesona dan keunikan tersendiri, yang merupakan kelebihan bagi warga Bali umumnya. (Jr.)**
.

Categories:Unik,
Tags:,