Dua Orang Tewas, Bandung - Baleendah Lumpuh Total

Dua Orang Tewas, Bandung - Baleendah Lumpuh Total

Arus lalu lintas dari Bandung menuju Baleendah terputus akibat banjir di kawasan Bojongsoang dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. (foto - ist)

Bandung - Sejumlah kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung terendam, yang menyebabkan arus lalu lintas dari Kota Bandung menuju Baleendah Kabupaten Bandung terputus total. Bahkan banjir sudah merendam mulai dari Jalan Palasari, Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot setinggi paha sampai dada orang dewasa, Minggu (13/3/2016) siang.

Para pengendara dari arah Jalan Moch. Toha Kota Bandung, menuju Dayeuhkolot praktis tidak bisa melintas. Warga yang akan melintas kawasan yang terendam banjir hanya mengandalkan perahu. Bahkan, sudah 11 kecamatan yang terendam, mulai dari Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongsoang, Baleendah kini sudah terkepung oleh air yang meluap dari Sungai Citarum.

Menurut Kapolsek Baleendah Kompol Suhari, akses Bojongsoang menuju Baleendah maupun melalui M. Toho Dayeuhkolot ke Baleendah sama sekali tidak bisa dilalui alias terputus. Untuk sementara satu-satunya akses hanya melalui Rancamanyar atau Kopo, dan dari timur bisa melalui Gedebage.

“Dari Bandung Kota yang mau ke Kabupaten Bandung lumpuh total, tidak bisa lewat jalur Bojongsoang maupun Andir tembus Dayeuhkolot,” kata Kompol Suhari. Pihaknya mengimbau pada masyarakat, untuk tetap berhati-hati dan tidak memaksakan kendaraan menerobos banjir.

Dua orang meninggal dunia, tiga masih hilang

Sementara itu, berdasarkan laporan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir yang melanda Kabupaten Bandung menewaskan dua orang dan 24.000 jiwa terdampak meluapnya Sungai Citarum.

"Banjir cukup luas dan merendam 15 daerah di Kabupaten Bandung," kata Kepala BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Daerah terdampak banjir, meliputi Kecamatan Cicalengka, Rancaekek, Cileunyi, Solokan Jeruk, Majalaya, Ciparay, Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Pameungpeuk, Banjaran, Arjasari, Cangkuang, Katapang dan Kutawaringin.

Korban meninggal adalah Risa (13 tahun) akibat tersengat listrik saat banjir, warga Kampung Ciburuy Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, dan Ela (40 tahun) warga Kampung Sawahluhur, RW 10 Desa Sukasari, Kecamatan Pameungpeuk akibat terseret arus.

"Tiga orang juga dilporkan hilang, yakni suami Ibu Ela dan kedua anak perempuan dari Ibu Ela. Saat banjir mereka mengungsi ke bangunan di tepi sungai yang kemudian roboh," katanya.

Sutopo mengatakan, tim BPBD dan Basarnas masih melakukan pencarian. Guyuran hujan deras yang terus menerus juga menyebabkan longsor di Kampung Lemburkebon RT 3 RW 7 Desa Padasuka, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung.

Satu rumah rusak berat tertimbun longsor.  "Tidak ada korban jiwa. Penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri meski rumah tertimbun material longsor seluruhnya," katanya. Sementara itu angin kencang saat hujan juga merusak beberapa rumah di Desa Rancatungku Kampung Mengger RW 03 dan RW 04 Desa Rancatungku. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,