1.500 KK Korban Banjir Kabupaten Bandung Mengungsi

1.500 KK Korban Banjir Kabupaten Bandung Mengungsi

Sebagian besar korban banjir di Kabujpaten Banung sudah mengungsi, namun banyak pula mereka yang memilih untuk bertahan di rumahnya. (foto - ist)

Bandung - Tidak kurang dari 2.500 kepala keluarga (KK) terdampak atau menjadi korban banjir di Kabupaten Bandung, sejak Sabtu malam lalu. Dari sejumlah itu, Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 4.282 jiwa hingga pukul 18.00 WIB masih mengungsi, karena banjir belum juga surut.

"Jumlah pengungsi di Kabupaten Bandung mencapai 1.592 Kepala Keluarga (KK), atau sekitar 4.282 jiwa. Di antaranya terdapat 446 balita, 38 ibu hamil, 300 lansia, 20 ibu menyusui, 30 orang sakit (gatal-gatal dan pilek)," kata  Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB  Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (13/3/2016).

Menurut Sutopo, ribuan warga Kabupaten Bandung tersebut saat ini berada di beberapa lokasi pengungsian yang telah disediakan. Sedikitnya ada empat tempat pengungsian yang paling banyak dihuni oleh para pengungsi.

"Para pengungsi tersebut tersebar di beberapa titik pengungsian, antara lain Gedung Warakauri Baleendah, GOR Baleendah, Posko Unilon, Posko Matahari Residence, Mekarsari Baleendah, Posko 21 Kampung Mekarsari RW 20," katanya.

Sementara itu, BNPB sendiri sudah berkomunikasi dengan BPBD Kabupaten Bandung, terkait penanganan bencana banjir. Namun,  terdapat beberapa warga yang memilih bertahan di rumahnya. "BPBD Kabupaten Bandung telah melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terkena banjir, namun ada beberapa warga yang bertahan di rumah," tegasnya.

Genangan terus meninggi

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung Tata Irawan menyatakan, jumlah korban itu juga diprediksi jadi yang terbesar sepanjang 20 tahun terakhir. Hingga pagi ini genangan air yang merendam jalanan, rumah, perkantoran di Kabupaten Bandung terus meninggi dengan rata-rata pertambahan 10 sentimeter.
 
"Memang banjir itu sudah biasa. Hanya biasanya, ketika air mencapai puncak ketinggian selesai, tiga jam kemudian surut. Kalau tahun ini malah makin tinggi,” kata Tata.
 
Semalam dilaporkan, di Kecamatan Dayeuhkolot banjir menyergap Kampung Bojongasih RW 3, 4, 8, 13, dan RW 14 dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Demikian juga di wilayah Kamasan Kecamatan Banjaran. 
 
Kemudian di Kampung Parunghalang (tinggi permukaan air mencapai 20 sentimeter), Leuwibandung (50 sentimeter), Citeureup (1,2 meter), Jalan Andir-Katapang (50 sentimeter), Ciputat (1 meter), Cigosol (1 meter), dan Kampung Andir RW 6 dan RW 7 (1 meter). Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang di Kampung Cijagra (50 sentimeter), dan Jalan Cijagra-Bojongsari (30 sentimeter). Banjir juga melanda Kecamatan Ciparay dan Baleendah. Belum ada laporan desa atau kecamatan lain yang terkena banjir. (Jr.)**
.

Categories:Bandung,
Tags:,