7 Ribu Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan lewat Kualanamu

7 Ribu Butir Ekstasi Gagal Diselundupkan lewat Kualanamu

Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. (foto - ilustrasi)

Medan - Penyelundupan narkotik melalui Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara berhasil digagalkan. Petugas Bea dan Cukai Bandara Kualanamu mengamankan sekitar tujuh ribu pil ekstasi, dan ratusan gram sabu penumpang pesawat asal Malaysia.

Petugas juga mengamankan 10 pelaku penyelundupan narkotika diduga jaringan internasional. Kesepuluh pelaku itu masing-masing berinisial F (29), MR (34) dan AS (35), mereka merupakan warga negara asing (WNA) Malaysia. Sedangkan, SAZ (44), AH, SW, M (30), K, A dan K (37) merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Para pelaku diketahui datang dari Malaysia dan tiba di Bandara Kualanamu, Rabu 9 Maret 2016 lalu. Para pelaku diketahui menyimpan barang haram di celana dalam dan dubur, saat dalam perjalanan dari Malaysia ke Bandara Kualanamu.

"Kami amankan 10 orang pelaku. Tujuh warga negara Indonesia dan tiga orang warga negara Malaysia," kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Kualanamu, Zaky Firmansyah kepada wartawan di kantornya, Selasa (15/3/2016).

Menurutnya, pengungkapan itu bermula pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap seorang penumpang pesawat Air Asia AK 396 berinisial F (29). Petugas menemukan pil Happy Five tujuh ribu butir. Besoknya petugas kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu seberat 204 gram yang dilakukan oleh penumpang pesawat Air Asia QZ 125 berinisial SAZ (44). Ia kedapatan menyimpan sabu di celana dalam yang dipakainya.

"Dari pelaku SAZ, kita bersama Polda Sumut melakukan pengembangan dan berhasil menangkap sepasang suami istri berinisial AH dan SW," kata Zaky. Lalu Jumat lalu petugas menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh penumpang pesawat AirAsia QZ 107 berinisial MR. Ia kedapatan menyimpan sabu seberat 422 gram di celana dalam yang dipakainya.

Pada hari itu juga, petugas menangkap penumpang berinisial AS. Petugas yang melakukan pemeriksaan terhadapnya menemukan sabu 264 gram. Minggu, 13 Maret 2016 petugas Bea dan Cukai menggagalkan upaya penyelundupan sabu oleh pelaku berinisial M dan K. Kedua pelaku menyimpan sabu di celana dalam dan dubur. Dari keduanya, petugas menyita sabu lebih dari 300 gram.

"Saat dilakukan pengembangan, kami berhasil menangkap pelaku lainnya, yakni berinisial K dan A. Dari mereka lebih dari 500 gram sabu kami sita," kata Zaky. Dengan diungkapnya kasus penyelundupan sabu, pihak Bea dan Cukai mengklaim telah menyelamatkan sekitar 13 ribu jiwa. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,