Warga Yogyakarta Terancam Banjir Lahar Dingin Merapi

Warga Yogyakarta Terancam Banjir Lahar Dingin Merapi

Banjir lahar dingin yang bersumber dari material erupsi Gunung Merapi masih menebar bencana terhadap warga Yogyakarta. (foto - ist)

Yogyakarta Kabupaten Sleman, Bantul serta Kota Yogyakarta terancam banjir kiriman lahar dingin atau material erupsi Gunung Merapi, yang tertahan di lereng-lereng atau beberapa hulu sungai di sekitar gunung itu sejak tahun 2010.
 
 
Puluhan juta meter kubik lahar dingin berpotensi luruh, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah itu belakangan ini. Warga yang tinggal di bantaran sungai paling rawan terdampak bencana, terutama karena curah hujan diperkirakan masih tinggi sampai akhir Maret.
 
"Sekitar 20 juta meter kubik material Merapi masih tertahan di lereng Gunung Merapi, sehingga perlu diwaspadai jika hujan terus mengguyur. Apalagi hingga bulan Maret curah hujan di kawasan utara cukup deras," kata Kepala Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono, Rabu (16/3/2016).
 
Untuk itu, BPBD Sleman sudah mengantisipasi jika terjadi banjir lahar dingin dengan memasang 14 alat early warning system (alat pemberi tanda peringatan dini) di aliran Sungai Gendol, Sungai Opak dan Sungai Boyong. Tim juga menyiagakan alat ukur curah hujan dan empat unit kamera pengawas (CCTV), untuk memantau situasi di lokasi rawan bencana alam.
 
Sedikitnya ada 76 dusun di Kabupaten Sleman yang berada di aliran sungai yang berhulu di Merapi, dan rawan bencana banjir lahar dingin. Dusun-dusun itu berada di aliran Sungai Gendol, Sungai Opak dan Sungai Boyong.
 
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan warga di Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mewaspadai potensi banjir lahar dingin dan banjir kiriman yang semua berasal dari lereng Gunung Merapi.
 
Perlu diketahui, curah hujan masih tergolong tinggi sampai akhir Maret, sehingga berpotensi mengalirkan air dalam jumlah besar dari lereng Gunung Merapi ke tiga daerah sekitar. Curah hujan berkisar 201-400 milimeter atau kategori tinggi di wilayah utara atau lereng Merapi, dan 151-200 milimeter atau kategori menengah di wilayah Bantul.
 
"Dengan curah hujan tinggi di wilayah utara atau wilayah Sleman-Lereng Merapi, potensi banjir lahar dingin dan banjir kiriman berpotensi terulang kembali," kata Kepala Pos Klimatologi BMKG Yogyakarta, Joko Budiono. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,