La Nyalla Jadi Tersangka Kasus Korupsi IPO Bank Jatim

La Nyalla Jadi Tersangka Kasus Korupsi IPO Bank Jatim

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menetapkan Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti jadi tersangka. (foto - ist)

Surabaya - Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur menetakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur La Nyalla Mattalitti, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penggunaan dana hibah pada Kadin Jatim untuk pembelian IPO Bank Jatim.

Menurut Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim I Made Suwarnawan di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Jalan A Yani, Surabaya, Rabu (16/3/2016), penetapan tersangka tersebut di luar putusan praperadilan dari Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 11/PRAPER/2016/PN.SBY tanggal 7 Maret 2016.

Dalam putusan menyatakan sprindik Kejati Jatim dengan Nomor Print.86/0.5/Fd.1/01/2016 tanggal 27 Januari dan Nomor Print 120/0.5/Fd.1/02/2016 tanggal 15 Januari, terkait tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang tidak sah dan tidak punya kekuatan hukum mengikat.

Made mengemukakan, penetapan tersangka La Nyalla Mattalitti saat ini berdasarkan surat penetapan tersangka bernomor Kep-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016. Surat itu, berdasarkan surat perintah penyidikan (sprindik) bernomor Print-291/ 0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016.

La Nyalla disangkakan menggunakan dana hibah yang mengucur dari Pemprov Jatim ke Kadin Jatim pada 2012, untuk membeli saham IPO Bank Jatim dengan nilainya sebesar Rp 5 miliar. "Sprindiknya untuk korupsi Rp 5 miliar, bukan sprindik TPPU," katanya. Pihak Kejati Jatim segera melakukan pemanggilan tersangka dalam tiga hari ke depan. Atas kasus itu, pihaknya telah mengantongi empat alat bukti.

Menyikapi penetapan tersangka, La Nyalla menyatakan dia diimbau Gubernur Jawa Timur untuk menyukseskan Bank Jatim. "Akhirnya ditetapkan IPO dan diambil Rp 5 miliar. Namun uang itu kembali, bukan tak kembali," tuturnya.

Ia mencurigai penetapan tersangka tersebut berkaitan dengan masalah pembekuan PSSI, yang urung dicabut Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. "Katanya (pencabutan pembekuan PSSI) nunggu April, kenapa? Apa nunggu La Nyalla tersangka dulu," tambahnya. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,