Donald Trump Dinilai Sama Bahayanya dengan Teroris

Donald Trump Dinilai Sama Bahayanya dengan Teroris

Kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump saat berkampanye. (foto - BBC)

Washington - Berdasarkan survei Economist Intelligence Unit (ECU) menyebutkan, kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Donald Trump, dipandang sama bahayanya dengan teroris saat menjadi presiden nanti. Trump menunjukkan permusuhan luar biasa terhadap perdagangan bebas.

Seperti dilaporkan Express, Jumat (18/3/2016) selain itu, dia dianggap memiliki pemikiran sayap kanan berlebihan terhadap Timur Tengah. Sikapnya itu bisa memotong pertumbuhan global hingga 1,5 persen.

ECU menilai, kecenderungan militeristik Trump bisa menjadi alat rekrutmen bagi militan. Pria berusia 69 tahun tersebut sebelumnya mengancam untuk masuk ke Suriah, dan mengambil alih minyak dan melontarkan perang perdagangan dengan Tiongkok dan Meksiko.

Sikap itu ditunjukkannya saat Rusia dan Tiongkok mengecam kandidat Presiden AS itu. Sebelumnya, Trump sendiri dikecam oleh Rusia, setelah merilis video kampanye yang menunjukkan Presiden Vladimir Putin dan anggota ISIS Jihadi John.

Video kampanye itu disertai dengan alih suara berisi: "Ketika menghadapi lawan yang tangguh, Demokrat memiliki jawaban yang tepat". Kemudian video itu menunjukkan Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton menggonggong seperti anjing saat kampanye.

"Kami melihat hal itu sebagai tindakan negatif. Semua yang dianggap jelek selalu dianalogikan dengan Rusia dan apapun yang terkait dengan Rusia, sepertinya menjadi bagian dari kampanye pemilu AS," sebut Juru Bicara Pemerintah Rusia.

Sementara pihak Tiongkok melancarkan serangan melalui surat kabar Global Times. Dalam sebuah editorialnya, surat kabar itu menyebut Trump bermulut besar. "Mussolini dan Hitler meraih kekuasaan melalui pemilu, pelajaran besar bagi demokrasi Barat," tulis Editorial Global Times. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,