LBH Panglima Laporkan Walikota Bandung ke Polda Jabar

LBH Panglima Laporkan Walikota Bandung ke Polda Jabar

Banyak sopir angkot banyak melanggar Walikota Bandung Ridwan Kamil pun berang dibuatnya. (foto - ilustrasi)

Bandung - Diduga melakukan tindakan arogan terhadap Taufik Hidayat, salah seorang sopir omprengan jalur tengah dengan ccara menampar dan berkata kasar, Walikota Bandung Ridwan Kamil dilaporkan ke Mapolda Jabar.

Menurut Pengacara korban, Made Agus Reydiana S.H mewakili Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Minggu (20/3/2016) menyebutkan, peristiwa yang menimpa kliennya terjadi, Jumat lalu sekitar pukul 11.30 WIB di jalan Asia-Afrika, tepatnya di dekat halte bus Alun-alun.

Mengenai kronologis dugaan pemukulan yang dilakukan Emil kepada kliennya, kata Made berawal saat salah satu ajudan mengambil kunci angkutan umum yang dikendarai Taufik Hidayat. Emil dengan menggunakan sepeda listriknya menghadang mobil yang dipakai korban, lalu menghampiri dan berkata kasar.

"Maneh naha bandel geus nyaho dilarang. Maneh orang mana? (Kamu kenapa nakal, sudah tahu dilarang, kamu orang mana?). Lalu Emil menampar korban tiga kali dan memukul perut tiga kali. Emil pun kembali berkata kasar "naon maneh nantang ka aing" (kenapa kamu nantang ke saya).

Karena korban mengetahui yang berbicara dengannya itu Walikota Bandung, korban pun tidak berani menatap mukanya, korban menunduk. Namun Emil langsung mengangkat muka korban dengan tangannya sambil berkata "tempo beungut aing, sok gelut jeung aing" (Liat muka saya, ayo berantem dengan saya).

Made mengatakan, arogansi Emil  terhadap sopir omprengan itu dilakukan di depan publik, sehingga banyak warga yang melihat. Atas kejadian itu akhirnya ada seorang warga yang iba dan membawanya ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Panglima, dengan menemui Made Agus Reydiana untuk meminta bantuan hukum

Setelah menerima laporan itu, dirinya bersama korban sempat mendatangi rumah dinas walikota. Namun Emil tidak keluar dan yang keluar rumah hanya ajudannya bernama Ujang. Karena tidak ada inisiatif baik dari walikota, korban beserta kuasa hukum pun membawa kasus itu ke ranah hukum

"Kita laporkan walikota ke Mapolda Jabar dengan Nomor LP LP. B/277/III/2016/ Jabar, dengan dugaan penganiayaan," kata Made di Mapolda Jabar. Diharapkan, pemimpin Kota Bandung tidak berbuat arogansi. karena korban mengakui salah tetapi malah mendapatkan tindak kekerasan. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,