27 Tewas Puluhan Terluka, Dua Bom Meledak di Brussels

27 Tewas Puluhan Terluka, Dua Bom Meledak di Brussels

Belasan orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka saat bom meledak di Bandara Zaventem, Brussels, Belgia. (foto - dw.com)

Brussels - Sedikitnya 27 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, menyusul dua bom meledak di Kota Brussels, Belgia. Bom pertama meledak di Bandara Zaventem, Brussels yang menewaskan 17 orang. Bom meledak di terminal keberangkatan di dekat konter maskapai American Airlines. Sementara ledakan kedua menggunacang stasiun kereta bawah tanah Metro Maelbeeck, yang menewaskan 10 orang.

Berdasarkana penuturan saksi mata, ledakan bom tersebut terjadi pada pukul 08.00 pagi waktu setempat. Sebelumnya, sempat terdengar bunyi tembakan di terminal keberangkatan. Lalu seseorang berteriak dalam bahasa Arab, sebelum bandara  tersebut diguncang dua bom sekaligus.

Dilaporkan SputnikSelasa (22/3/2016) seluruh akses masuk menuju Bandara Zaventem telah ditutup oleh otoritas setempat, setelah dua bom tersebut meledak. Juru bicara bandara menyatakan, jalur rel kereta bandara dan jalan raya telah ditutup.

"Seluruh akses masuk ke bandara telah ditutup. Kami mengevakuasi orang-orang dari terminal keberangkatan. Artinya, seluruh akses ke area termasuk dari kereta api dan mobil ditangguhkan. Tidak ada cara lain masuk ke bandara,” katanya.

Atas ledakan bom tersebut, seluruh penerbangan dari dan menuju Bandara Zaventem telah dibatalkan. Otoritas Belgia mengumumkan status waspada teror, setelah ledakan bom tersebut. Ledakan terjadi beberapa hari seusai otak di balik serangan teror Paris Salah Abdeslam, ditangkap pihak kepolisian pada Jumat 18 Maret di Brussels.

Dilaporkan, Bandara Zaventem saat ini berada dalam status lockdown, dan seluruh penerbangan ke bandara tersebut telah dialihkan ke Antwerp. Bandara lainnya, Charleroi tengah dalam penjagaan ketat pihak keamanan. Pasca ledakan, seluruh jalur kereta di Brussels dihentikan sementara.

Berdasarkan keterangan  dari Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI/BHI) Lalu Muhammad Iqbal, sejauh ini belum ada WNI yang menjadi korban ledakan bom Brussels.

Sebagai informasi, data Kementerian Luar Negeri RI ada sebanyak 1.630 orang WNI di Brussels dan Luxembourg. Pihak Kedutaan Besar RI Brussels masih terus melakukan penelusuran dan mengamati perkembangan situasi di lokasi. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,