ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom di Brussel

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom di Brussel

Polisi Belgia disiagakan untuk mengamankan Kota Brussels pasca serangan ledakan bom di Bandara Zaventemdan stasiun kereta bawah tanah Metro Maelbeeck, Brussels. (foto - ist)

Brussels - Kelompok militan ISIS menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian ledakan,  yang mengguncang ibukota Belgia, Brussels, Selasa kemarin. Rentetan ledakan bom yang terjadi di dua lokasi tersebut, menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai ratusan orang lainnya.
 
Lewat sebuah pernyataan yang dirilis jalur propagandanya, ISIS menyatakan para militannya menggunakan jaket peledak dan melakukan bom bunuh diri. "Militan ISIS melepaskan tembakan di Bandara Zaventem, sebelum beberapa di antara mereka memicu sabuk peledak mereka.
 
Sebagai martir para pelaku pengeboman meledakkan sabuk peledak mereka di stasiun Metro Maelbeeck,” demikian disampaikan salah seorang juru bicara kelompok teror tersebut.
 
Seperti dilaporkan IndependentRabu (23/3/2016) Belgia dijadikan sasaran karena dianggap turut berpartisipasi dalam koalisi internasional dalam memerangi daesh, sebutan lain untuk ISIS.
 
Serangan itu hanya berselang empat hari sejak penangkapan tersangka pelaku teror Paris Salah Abdelslam. Pria berusia 26 tahun tersebut ditangkap polisi Belgia, dalam sebuah penggerebekan di Molenbeeck, Brussels, 18 Maret 2016 lalu.
 
Sejauh ini, dilaporkan sedikitnya 34 orang tewas dan 151 lainnya mengalami luka-luka dalam dua dua serangan bom yang terjadi di Bandara Zaventem dan stasiun kereta bawah tanah Metro Maelbeeck, Brussels. Kota yang menjadi tuan rumah bagi Komisi Eropa dan Parlemen Eropa tersebut, kini berada dalam situasi siaga untuk tingkat ancaman tertinggi. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,