Tiga WNI Turut Menjadi Korban Ledakan Bom Brussels

Tiga WNI Turut Menjadi Korban Ledakan Bom Brussels

Sejumlah orang di Bandara Zaventem, Brussels tampak panik sesaat setelah ledakan bom yang menewaskan sebanyak 14 orang dan puluhan lainnya luka-luka. (foto - bbc.com)

Brussels - Tiga orang warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka, dalam ledakan bom di Bandara Zaventem, Brussel, Belgia, kemarin. Seperti diketahui, kelompok militan ISIS yang melancarkan serangan bom di bandara dan stasiun kereta bawah tanah di ibukota Brussel itu menewaskan 34 orang, sedangkan ratusan orang lainnya luka-luka.

Berdasarkan informasi dari Ditjen Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI), Rabu (23/3/2016) terdapat tiga orang perempuan WNI turut menjadi korban. Mereka adalah seorang ibu dengan dua anaknya. Saat itu mereka berada di Bandara Zaventem, karena tengah menunggu penerbangan untuk berlibur ke Indonesia.

Ia dan dua anaknya dilaporkan terluka akibat ledakan bom tersebut. Sang ibu dan salah satu anak perempuan sedang dirawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Universitas Lauven. Seorang anak lainnya dilaporkan terluka dan dirawat di rumah sakit yang sama, namun dalam kondisi stabil.

Sementara itu, Tim KBRI di Belgia dikabarkan terus memantau kondisi para korban. Menurut informasi dari suami korban, kedua anaknya masih berstatus dwi-kenegaraan karena masih berusia 18 tahun.

Polisi Belgia lakukan penggerebekan

Dilansir NBC News, Rabu (23/3/2016), pasca-serangan bom Brussels, penyidik Kepolisian Brussels langsung mengadakan penggerebekan besar-besaran ke sejumlah tempat. Hasilnya, mereka berhasil menemukan lokasi yang diduga sebagai gudang untuk merakit bom.

Perwakilan dari Kejaksaan Belgia juga menjelaskan, penggerebekan di gudang wilayah Shaerbeeck menjadi titik terang tentang serangan bom Brussels. Lookasi tersebut ditemukan bahan peledak yang berisi paku, bahan kimia, serta bendera ISIS.

Otoritas Belgia juga langsung mengadakan operasi besar-besaran, setelah serangan berdarah yang terjadi kemarin di ibu kota Brussels. Pihak keamanan masih terus mencari satu dari tiga pelaku yang tertangkap kamera sedang mendorong troli di bandara, yang menjadi target serangan bom. Kelompok militan ISIS pun menyatakan bertanggung jawab atas serangan di bandara dan stasiun kereta bawah tanah yang menewaskan setidaknya 34 orang itu.

Dalam penyataannya, ISIS mengatakan militan mereka telah melancarkan serangan bom menggunakan sabuk peledak. Beberapa jam setelah keluar pengakuan tersebut, para penyidik dari Kepolisian Brussels langsung mengadakan penggerebekan besar-besaran ke sejumlah tempat. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,