Pilot Wanita Ukraina Itu Divonis Pengadilan Rusia 22 Tahun

Pilot Wanita Ukraina Itu Divonis Pengadilan Rusia 22 Tahun

Nadezhda Savchenko, pilot wanita Ukraina dijatuhi hukuman penjara 22 tahun oleh pengadilan Rusia. (foto - ist)

Donetsk - Nadezhda Savchenko, pilot wanita Ukraina dijatuhi hukuman penjara 22 tahun oleh pengadilan Rusia. Nadiya, nama panggilannya divonis setelah dinyatakan terbukti bersalah, terlibat dalam pembunuhan dua wartawan Rusia selama konflik pemberontakan di Ukraina timur berlangsung.
 
Savchenko (34) yang dianugerahi gelar pahlawan nasional di Tanah Air-nya Ukraina, menentang putusan pengadilan itu, padaa saat vonis dibacakan. Perempuan yang dijuluki media Rusia 'killing machine in skirt' itu menyanyikan keras-keras lagu kebangsaan Ukraina, dan memaksa Hakim Leonid Stepanenko untuk melakukan penundaan singkat.
 
Pilot wanita Kiev itu ditangkap oleh pemberontak pro-Rusia di Ukraina timur pada Juni 2014, selama konflik separatis di kawasan itu. Ia diserahkan kepada Rusia, di mana ia didakwa mengarahkan tembakan mortir yang menewaskan dua wartawan Rusia, serta menyusup secara ilegal dengan menyamar sebagai pengungsi.
 
Namun dalam setiap kesaksiannya, Nadiya membantah semua tuduhan itu. Dari dalam ruang kaca dan besi tempat ia dikurung di pengadilan, Savchenko seringkali meneriakkan pandangannya. Bahwa ia adalah korban HAM pengadilan Rusia, yang senang menjadikannya sebagai tontonan sidang dengan maksud untuk mempermalukan Ukraina.
 
Sementara para pejabat Rusia memberikan indikasi, begitu sidang berakhir, mereka akan membuka negosiasi untuk menyerahkan Savchenko ke Ukraina. Hal itu kemungkinan sebagai bagian dari pertukaran tahanan, sesuai perjanjian Minsk poin kelima.
 
Di saat-saat persidangan akhir, sejumlah pengunjuk rasa menyatroni Kedutaan Rusia di Kiev, Ukraina. Mereka mengajukan protes mengenai putusan Savchenko, sambil melempari telur ke halaman gedung kedutaan. (Jr.)**
.

Categories:Internasional,
Tags:,