Pelaku Bom Brussels Berhasil Diringkus Kepolisian Belgia

Pelaku Bom Brussels Berhasil Diringkus Kepolisian Belgia

Bandara Zaventem Brussels sesaat setelah bom mledak. (foto - ist)

Brussels - Tersangka pelaku peledakan bom di Bandara Zaventem Brussels, Belgia yang berhasil melarikan diri pada Selasa lalu, berhasil diringkus Kepolisian Belgia. Najim Lachroui yang diburu atas keterlibatannya dalam serangan bom itu ditangkap di Anderlecht, pinggiran Kota Brussels, Rabu (23/3/2016).

Sebelumnya, pria berusia 24 tahun itu diketahui berada di bandara bersama dengan dua pelaku bom lainnya, Khalid dan Brahim Bakraoui beberapa saat sebelum ledakan terjadi.

Dilaporkan NBC, Rabu (23/3/2016) kedua kakak beradik tersebut tewas di lokasi kejadianberkaitan dengan bom bunuh diri. Namun Najim Lachroi sebagai pelaku ketiga dilaporkan berhasil melarikan diri beberapa saat setelah terjadi ledakan. 

Belakangan, Najim sendiri telah diburu terkait keterlibatannya dengan aksi teror Paris, yang menewaskan 130 orang pada November 2015. Ia dicurigai sebagai perakit bom yang digunakan dalam serangan itu, dan diduga kuat memiliki hubungan dengan tersangka utama Salah Abdelslam yang diringkus polisi Belgia 18 Maret lalu.

Kemungkinan meluas ke seluruh wilayah Eropa

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning), untuk seluruh warganya. Peringatan tersebut menyusul kemungkinan serangan teror bom di Brussels, Belgia meluas hingga seluruh wilayah Eropa.

Dalam peringatan perjalanan yang habis masa berlakunya hingga 20 Juni 2016 disebutkan, kelompok teroris akan terus merencanakan serangan dalam waktu dekat di seluruh Eropa. Mereka menargetkan lokasi keramaian seperti tempat olahraga, lokasi wisata, restoran, dan transportasi umum.

Mengenai ledakan bom di Brussels, Pemerintah AS memperingatkan kepada warganya untuk selalu waspada saat berada di tempat umum, maupun saat menggunakan transportasi umum. "Warga AS sudah diberi tahu agar selalu berhati-hati, terutama selama libur keagamaan, festival, atau acara besar lainnya," isi surat peringatan tersebut.

Dikutip dari ABC News, sejauh ini Badan Keamanan Transportasi (TSA) sudah mengerahkan pasukan keamanan tambahan, untuk mengawasi area bandara dan stasiun kereta di seluruh wilayah AS. Department of Homeland Security (DHS) yang mengawasi TSA, juga telah mengumumkan agar petugas kepolisian terus meningkatkan keamanan.

Menurut Sekretaris DHS Jeh Johnson, mereka saat ini sedang fokus menghadapi ancaman dari pelaku teroris. Seseorang yang radikal atau kelompok kecil dapat saja melakukan serangan ke wilayah AS. "TSA bekerja sama dengan negara bagian dan penegak hukum lokal, otoritas bandara dan industri penerbangan untuk meningkatkan sistem keamanan,” kata  Johnson.

Meski warga Belgia tidak perlu visa untuk berkunjung ke AS, Johnson mengatakan semua wisatawan yang hendak berkunjung ke negaranya tetap diperiksa. "Kami akan terus mengevaluasi apakah pemeriksaan yang lebih ketat harus dilakukan, terutama karena yang baru saja terjadi," tegasnya. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,