Ditemukan, Bukti Baru Korupsi KPU Jatim Rugikan Rp 6,5 Miliar

Ditemukan, Bukti Baru Korupsi KPU Jatim Rugikan Rp 6,5 Miliar

Salah satu tersangka terkait kasus korupsi proyek fiktif cetak logistik Pilpres tahun 2014 di KPU Jatim. (foto - ist)

Surabaya -  Sebuah bukti baru ditemukan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, terkait penyidikan kasus dugaan korupsi proyek fiktif cetak logistik Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif tahun 2014 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim, yang berpotensi rugikan negara Rp 6,5 miliar.

Kejaksaan telah menyidik kasus itu dengan kerugian negara Rp 7 miliar. Lima tersangka ditetapkan yakni Achmad Suhari, Bendahara KPU Jatim; Anton Yuliono, PNS KPU Jatim; Nanang Subandi, rekanan swasta; Fahrudi, pegawai BUMN, perantara; dan Ahmad Sumariyono, konsultan.

Saat proses penyidikan pada lima tersangka tersebut, penyidik menemukan keterangan baru. Alat bukti baru juga ditemukan. "Kami temukan alat bukti baru dengan kerugian baru. Besaran kerugiannya Rp 6,5 miliar," kata Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Jatim, Dandeni Herdiana, Jumat (25/3/2016).

Menurutnya, uang APBN yang dialokasikan ke KPU Jatim itu ditilap dengan modus sama. Yakni membuat proyek fiktif pengadaan cetak dan distribusi logistik Pilpres dan Pileg 2014. Setelah cair, uang itu dinikmati untuk kepentingan pribadi. "Temuan baru ini terpisah dari lima tersangka sebelumnya. Bahkan, kemungkinan ada tersangka baru," tegas Dandeni.

Diberitakan sebelumnya, sejak Januari 2016 lalu Pidana Khusus Kejari Surabaya menyidik dugaan korupsi proyek pengadaan dan distribusi cetak DPT Pilpres dan Pileg 2014 fiktif di KPU Jatim. Kejati Jatim lalu mengambil alih kasus itu. Ditambah temuan baru penyidik, kerugian negara diperkirakan Rp 13,5 miliar. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,