Diduga Perkosa Wanita, Dua Oknum TNI Dilumpuhkan

Diduga Perkosa Wanita, Dua Oknum TNI Dilumpuhkan

Diduga memperkosa seorang wanita, dua oknum TNI berhasil dilumpuhkan polisi. (foto - ilustrasi)

Bandung - Dua oknum anggota TNI Yon Arhanudri 3 Kodam III/Siliwangi, Prada PW dan Prada DA berhasil dilumpuhkan pihak kepolisian. Kedua nolnum TNI itu diduga melakukan pemerkosaan atau tindak pelecehan seksual terhadap seorang perempuan bernama SP (24) di  Jalan Kolonel Masturi, Kampung Panyandaan, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (25/3/2016) dinihari.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Mohamad Sabrar Fadhilah membenarkan, adanya penembakan yang dialami anggota TNI AD. "Peristiwanya benar. Kini para pelaku dan korban sudah ditangani oleh pihak yang berkompeten untuk proses pemeriksaan tindak lanjut," katanya.

Untuk itu, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi Robertson Ismail. Namun, Robertson menyatakan, penembakan itu merupakan kesalahpahaman antara anggota polisi dengan TNI. "Kejadian selanjutnya sudah didalami lebih lanjut. Belum sampai pada kesimpulan dugaan adanya pemerkosaan," kata Robertson.

Menurutnya, anggota Yon Arhanudri-3 yang tertembak sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi. Sedangkan seorang anggota lainnya berada di satuan untuk dimintai keterangan.

Robertson menyatakan, oknum anggota TNI itu akan dikenai hukuman jika terbukti melakukan pelecehan seksual. "Bila terbukti bersalah, apalagi sampai ada pelanggaran pidana, oknum anggota itu akan diproses sesuai aturan yang berlaku, dengan sanksi tegas dari pimpinan TNI," katanya.

Berdasarkan informasi, dugaan pelecehan seksual itu dialami perempuan berusia 24 tahun, yang merupakan warga Margaasih, Kabupaten Bandung sekitar pukul 2.30 WIB. Dia menjerit minta tolong di sekitar dealer motor yang ada di Jalan Kolonel Masturi.

Jeritan perempuan itu diketahui Kanitreskrim Polsek Cisarua Taryanto yang tengah berpatroli, dengan menggunakan sepeda motor bersama satu anggota, Budi Mulyana. Saat mereka mau menghampiri sumber suara teriakan, dua pria tampak bergegas pergi mengendari sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi D 2254 SAM dengan kecepatan tinggi.

Kepala Polsek Cisarua Sukmawijaya maupun Kepala Polres Cimahi Ade Ary Syam Indradi belum memberikan keterangan terkait kejadian itu. Namun, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Sulistyo Pudjo mengakui tentang kronologis kejadian itu.

"Para tersangka diperintahkan berhenti, malah mempercepat sepeda motornya. Polisi pun menembak ke atas (tembakan peringatan) dua kali, tersangka tetap enggak berhenti. Lalu polisi menembak ke arah tersangka, yang kemudian terjatuh terkena tembakan di punggung," kata Pudjo. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,