Perhelatan Jogja Air Show (JAS) 2016 Telan Korban Jiwa

Perhelatan Jogja Air Show (JAS) 2016 Telan Korban Jiwa

Perhelatan Jogja Air Show (JAS) 2016 menelan korban jiwa seorang penerjun wanita. (foto - ist)

Yogyakarta - Perhelatan Jogja Air Show (JAS) 2016 menelan korban jiwa. Seorang penerjun wanita dikabarkan tewas setelah mendarat di laut, di ajang Jogja Air Show (JAS) 2016 di Pantai Pantai Depok, Bantul Yogyakarta, Sabtu (26/3/2016).

Berdasarkan informasi, korban diketahui bernama Wika Milati Mulaningtyas (24) beralamat di Komplek Blok H-3 Nomor 16. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.05 saat korban tengah melakukan terjun payung. Namun, ketika melakukan pendaratan, korban mendarat di laut yang berjarak sekitar 200 meter dari tempat yang seharusnya ia mendarat (drop zone).

Saat mendarat di laut  korban langsung terseret gelombang dan tubuhnya terbelit tali parasut milik korban. Atas kejadian itu, Tim SAR langsung melakukan evakuasi untuk melakukan pertolongan pertama, dengan membawa korban ke klinik Rahma Husada Jalan Parangtritis Yogyakarta.

"Petugas SAR yang ada di lokasi langsung memberikan pertolongan dan berhasil dievakuasi ke darat," kata Komandan SAR Pantai Parangtritis, Ali Joko Sutanto. Namun, saat dievakuasi kondisi korban sangat lemah. "Ambulans dari TNI AU langsung membawa korban ke RS Rahma Husada untuk mendapatkan pertolongan.

Sementara itu Panitia JAS 2016, Bonang Bayu Aji mengatakan, dengan adanya insiden ini perhelatan JAS tetap berjalan. Namun, pihak panitia melakukan evaluasi secara menyeluruh ,mengenai pelaksanaan atraksi terjun payung yang dijadwal masih akan berlangsung.

Hasil evaluasi tersebut yang nantinya akan menentukan apakah atraksi itu akan dilanjutkan atau tidak. "Sementara, khusus terjun payung kita sudah evaluasi dan kita tunggu hasilnya, untuk kegiatan lainnya tetap berjalan normal," katanya.

Insiden ini menurutnya sangat mengejutkan pihak penyelenggara karena kondisi cuaca di lokasi atraksi sekitar Pantai Depok, Yogyakarta sangat cerah. Oleh karena itu, investigasi secara menyeluruh untuk mencari tahu kronologi insiden itu. Sementara atraksi lainnya dipastikan tetap berjalan. "Kondisi cuaca sangat cocok untuk olahraga dirgantara," tambahnya. (Jr.)**

 

.

Categories:Olahraga,
Tags:,

terkait

    Tidak ada artikel terkait