Perayaan Paskah Tahun Ini Diwarnai 'Pekan Berdarah'

Perayaan Paskah Tahun Ini Diwarnai 'Pekan Berdarah'

Paus Fransiskus menyampaikan pesan Paskah di depan puluhan ribu umat katolik di Lapangan Santo Petrus Vatikan. (foto - dw.com)

Vatikan - Pemimpin tertinggi umat Katolik Paus Fransiskus menyampaikan pesan Paskahnya di tengah rasa duka yang mendalam, pada puncak perayaan Paskah di Vatikan Sabtu malam waktu Roma.

Paus Fransiskus memasuki ruangan gelap Basilika Santo Petrus hanya dengan satu lilin, untuk membimbing menuju altar. Pemimpin tertinggi Vatikan asal Argentina itu punya alasan untuk memimpin perayaan Paskah ini dengan kegelapan dan keheningan.

Ya, perayaan Paskah kali ini memang diwarnai dengan pekan berdarah. Pekan lalu, serangan teroris di Brussels, Belgia memakan banyak korban jiwa. Ledakan beruntun terjadi di aula keberangkatan Bandara Brussels diikuti ledakan di stasiun bawah tanah Metro Maelbeeck, Brussels.

Puluhan orang meninggal dan lebih dari ratusan lainnya mengalami luka-luka akibat aksi teror itu. Daulah Islamiyah Irak dan Suriah (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas tragedi memilukan itu. Teror berdarah pun terjadi di beberapa negara, seperti Turki dan Yaman yang memakan puluhan korban jiwa.  

Pekan mencekam menjelang perayaan Paskah itu yang membuat Paus Fransiskus harus memberikan pesan khusus kepada para jemaatnya. Ia berpesan kepada seluruh umat Katholik di dunia untuk tidak membiarkan rasa takut dan pesimisme ‘memenjarakan’ mereka.

"Kita tidak boleh membiarkan kegelapan dan ketakutan mengalihkan perhatian dan mengendalikan hati kita. Hari ini adalah perayaan dari harapan kita,” kata Paus Fransiskus di tengah pengamanan ketat Vatikan.

Dilansir ABC Online, Minggu (27/3/2016) Paus juga meminta umatnya untuk terus menebarkan cinta kasih di antara sesama. "Dengan senjata cinta kasih, Allah telah mengalahkan keegoisan dan kematian,"  kata pemimpin 1,2 miliar penduduk di dunia ini.

Sebelumnya, Paus Fransiskus juga telah mengecam aksi teror di Brussels itu sebagai tindakan yang mencemarkan nama Tuhan. Ia mengaku kecewa ada segelintir orang yang menggunakan nama suci Tuhan untuk membenarkan kekerasan.

Teror di Brussels dan beberapa negara di Eropa memang berdampak nyata terhadap perayaan Paskah di Vatikan. Banyak peziarah dan wisatawan yang membatalkan perjalanan mereka ke Roma karena alasan keamanan.

Hal itu juga membuat beberapa negara di Eropa ketar-ketir, terutama menjelang perayaan Paskah. Tak ingin kecolongan, beberapa negara langsung meningkatkan pengamanan menjelang perayaan Paskah. (Jr.)**

.

Categories:Internasional,
Tags:,