KPK Periksa Kepala dan Aspidsus Kejati DKI Jakarta

KPK Periksa Kepala dan Aspidsus Kejati DKI Jakarta

Barang bukti berupa uang 148.835 dolar AS yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan. (foto - ist)

Jakarta - Buntut tertangkapnya dua orang tersangka dalam operasi tangkap tangan (OTT) dalam membongkar dugaan suap penanganan perkara di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, penyidik KPK pun sudah memeriksa Kepala Kejati DKI Sudung Situmorang.
 
Tak hanya Sudung, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tomo Sitepu juga dimintai keterangan agar perkara ini semakin terang. "Semalam telah dilakukan pemeriksaan awal saksi terhadap dua orang dari Kejati DKI, yaitu SS (Sudung Situmorang) dan TS (Tomo Sitepu)," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di Kantor KPK Jakarta, Jumat (1/4/2016).
 
Agus menyatakan, keduanya diperiksa hingga pukul lima pagi. Berdasar dari kasus ini, penyidik mungkin saja mengetahui kasus lain. "Kami akan selalu berhubungan dan berkoordinasi dengan teman-teman Kejaksaan," katanya.
 
Sementara itu, Jaksa Agung Muda Intelijen Adi Toegarisman mengatakan, Kejaksaan Agung siap berkoordinasi dengan KPK dalam membongkar kasus ini. Kasus ini terbongkar karena kerja sama KPK dan Kejaksaan Agung. "Kami akan support setiap apa yang diminta KPK, dan kami minta suport KPK ketika kami juga butuh satu hal terkait pennganan perkara ini," kata Adi.

KPK menangkap Direktur Keuangan PT Brantas Abipraya Sudi Wantoko (SWA), Senior Manager PT Brantas Abipraya Dandung Pamularno (DPA) serta Marudut (MRD), seorang swasta. Ketiganya ditangkap di sebuah hotel di Cawang, Jakarta Timur, pada Kamis 31 Maret pukul 09.00 WIB kemarin.

Ketika itu, SWA dan DPA baru saja menyerahkan uang ke MRD. Tim Satuan Tugas KPK mengamankan uang sebanyak 148.835 dolar AS. Uang diberikan ke MRD sebagai perantara suap ke Kejati DKI, agar Kejaksaan menghentikan penyelidikan kasus korupsi di lingkungan PT Brantas Abipraya.
 
Geledah Kejati DKI dan di PT BA
Sebelumnya, sejumlah lokasi terkait suap penanganan perkara di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, langsung digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat pagi.
 
"Penggeledahan salah satunya dilakukan di Kejati DKI dan di PT BA," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo saat menggelar konferensi pers di kantor KPK Jakarta, Jumat (1/4/2016).
 
Menurut Agus, penggeledahan dilakukan setelah KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus itu. KPK telah menerbitkan surat perintah penyidikan disertai surat perintah penyitaan terhadap barang bukti, yang bisa membantu pengungkapan perkara.
 
KPK sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni SWA (Direktur Keuangan PT BA), BPA (Senior Manager PT BA), dan MRD (swasta/perantara). Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan KPK.

Ketiganya dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. (Jr.)**
.

Categories:Nasional,
Tags:,