Lagi-lagi Menyoal Wasit Jadi Sorotan, Sriwijaya pun Kecewa

Lagi-lagi Menyoal Wasit Jadi Sorotan, Sriwijaya pun Kecewa

Wasit Thoriq M Al Katiri yang memimpin laga Arema Cronus hadapi Sriwijaya FC di semifinal Piala Bhayangkara. (foto - ist)

Malang - Begitu ketatnya pertandingan Arema Cronus menghadapi Sriwijaya FC, tergambar dari Wasit Thoriq M Al Katiri yang mengeluarkan hingga delapan kartu kuning, dan menganulir satu gol milik Arema di babak kedua.
 
Dalam kaitan itu, dua pelatih masing-masing tim memiliki pandangan berbeda tentang keputusan wasit. Arema menilai, wasit perlu diapresiasi meski satu gol dianulir. Sementara Sriwijaya menilai, wasit berat sebelah dan merugikan Sriwijaya.

“Wasitnya tidak berimbang, pelanggaran banyak ke kita,” kata asisten pelatih Sriwijaya FC ,Hartono Ruslan, seusai pertandingan. Dari delapan kartu kuning, tiga diberikan kepada pemain Arema, dan lima dikantongi pemain Sriwijaya FC. Tiga pemain Arema yang menerima kartu adalah Cristian Gonzales di menit ke 32, Hendro Siswanto menit 46 dan Raphael Maitimo di menit 59.
 
Sedangkan lima kartu kuning untuk pemain Sriwijaya diberikan, masing-masing kepada Hilton Moreira menit ke 37, Ngurah Trisnajaya menit 57, Achmad Jufriyanto menit 67, Fachrudin menit 72 dan Saiful Indra Cahya menit 89.

Dari lima kartu kuning milik pemain Sriwijaya, kartu kuning yang diberikan pada kapten tim Achmad Jufriyanto memiliki kisah yang berbeda. Wasit Thoriq mengeluarkan kartu kuning dari kantongnya, setelah Fachrudin memprotes layar penunjuk waktu yang sempat bermasalah dan menyebabkan menit pertandingan hilang.

Selain kartu kuning, kubu Arema juga dirugikan dengan keputusan wasit yang menganulir gol milik Fery Aman Saragih di babak kedua. Gol itu dinilai tidak sah karena telah didahului dengan posisi offside pemain lain. 

Pelatih Arema Milomir Seslija mengatakan, tak mau terlalu memikirkan hal itu. Meski menginginkan lebih dari satu gol,  hasil kemenangan gol tipis 1-0 cukup untuk membawa Arema maju ke babak final. Milo pun memuji penampilan wasit Thoriq.
 
“Senang dengan kinerja wasit, dia adalah wasit terbaik di Indonesia. Tidak grogi dan kompeten. Soal offside  dari sisi saya, tidak melihat itu offside, tapi satu kosong sudah  cukup membawa kami menang,” kata Milo. (Jr.)**
.

Categories:Sepak bola,
Tags:,