Aher Tantang UNBK SMA/SMKN 2017 Hanya Satu Sif

Aher Tantang UNBK SMA/SMKN 2017 Hanya Satu Sif

Mulai Senin ini secara serentak pelajar SMA dan setingkat melaksanakan UN dan UNBK di Bandung. (foto - ilustrasi)

Bandung - Terkait pelaksanaan ujian nasional (UN) 2016 yang berlangsung serentak Senin (4/4/2016), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan memantau beberapa sekolah tingkat atas (SMA/SMK) di Kota Bandung. Sekolah yang didatangi Aher, antara lain di SMAN 20 Jalan Citarum, SMKN 2 Jalan Ciliwung serta SMAN 14 di Jalan Yudha Wastu Pramuka Kota Bandung.

Seperti diketahui, hari ini secara serentak pelajar SMA dan setingkatnya melaksanakan Ujian Nasional (UN). Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,  peserta ujian nasional 2016 tingkat SMA, SMK, MA dan sederajat di wilayah Jabar tidak kurang diikuti oleh sebanyak 538.404 siswa.

Jumlah peserta UN SMA dan sederajat naik dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya diikuti oleh 469.767 siswa. Untuk pelaksanaan UN tahun ini diterapkan dua model, yakni secara tertulis atau konvensional atau Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil serta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Secara keseluruhan jumlah peserta UN 2016 di Jawa Barat yakni sebanyak 425.238 siswa adalah peserta Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil. Sedangkan sebanyak 113.166 siswa merupakan peserta UNBK.

Sementara itu, sejalan dengan pelaksanaan UN tersebut, Aher menantang hanya satu sif Ujian Nasional Berbasiskan Komputer (UNBK) pada 2017. Ia yakin sekolah mampu menyiapkan komputer untuk semua peserta ujian.

"Optimalkan sekolah hanya melaksanakan satu sif ujian. Namun, bisa juga diupayakan dua sif," katanya di sela-sela peninjauan ujian di SMAN 20 Bandung Jalan Citarum. Komputer sudah jadi kebutuhan dalam kegiatan pendidikan. Lewat UNBK, selain menghemat anggaran kertas juga memberikan keuntungan lain.

"Selain tidak perlu mencetak soal, juga tidak perlu adanya pengawasan dalam proses distribusi soal. Selain itu risiko hilang serta kekhawatiran kebocoran soal, baik dalam proses percetakan maupun gudang penyimpanan," katanya.

Saat itu, lanjut  Aher sebagian besar sekolah masih menggelar ujian untuk tiga sif. Di Kota Bandung, hanya beberapa sekolah yang mampu menggelar dua sif, karena ketersediaan komputer yang terbatas. (Jr.)**

.

Categories:Pendidikan,
Tags:,