Terbongkar Prostitusi Bertarif Belasan Juta di Kota Bandung

Terbongkar Prostitusi Bertarif Belasan Juta di Kota Bandung

Terbongkar prostitusi bertarif hingga belasan juta di Kota Bandung. (foto - ilustrasi)

Bandung - Terbongkar praktik prostitusi kelas atas di Kota Bandung, setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil meringkus MH (50) alias Big Daddy, yang memiliki agensi model di Kota Bandung.

Menurut Kabag Ops Polrestabes Bandung, AKBP M Joni didampingi Kasubag Humas Kompol Reny Marthaliana, Big Daddy berhasil diamankan akhir pekan lalu di salah satu hotel berbintang di Kota Bandung, bersama perempuan yang berperan sebagai pekerja seks komersial (PSK).

"Terbongkarnya kasus tersebut berawal dari kecuriagaan penyidik PPA, adanya perempuan yang dipanggil ke sebuah hotel di Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Sabtu (9/4/2016) sekitar pukul 21.45 WIB yang lalu," katanya, Senin (11/4/2016).

Ia menjelaskan, atas kecurigaannya itu penyidik langsung mengikuti yang langsung melakukan penggerebekan di kamar hotel tersebut. "Saat di dalam kamar, penyidik mendapati seorang perempuan berinisial FK (27), berperan sebagai PSK. Ia baru saja melayani kencan singkat, dengan salah seorang tamu hotel atas koordinasi Big Daddy," katanya.

Dalam penggerebekan itu, pihaknya pun mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain alat kontrasepsi, satu buah ponsel iPhone, satu buah ponsel Samsung, satu buah ponsel Lenovo, bukti transfer antarbank, kunci kamar hotel, serta uang tunai sebesar Rp 2.750.000. "Tersangka Big Daddy setiap ada konsumen yang memesan perempuan, kerap mendapatkan keuntungan minimal Rp 750.000 hingga Rp 3 juta," sebut Joni.

Disebutkan, dari pengakuan tersangka Big Daddy, ia memiliki puluhan perempuan yang diasuhnya. Dan tarif perempuan yang ia jajakan mulai di kisaran Rp 3 juta hingga Rp 15 juta. "Dilihat dari harga dan hotel, tempat yang digunakan untuk melayani konsumen dengan PSK-nya memang hotel mewah. Ini bisa dikatakan kelas kakap, dan perempuan yang diasuhnya pun datang dari berbagai kalangan," ungkapnya.

Untuk itu, tersangka dijerat dengan Pasal 296 KUHPidana, tentang mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman selama-lamanya satu tahun empat bulan, serta Pasal 506 KUHPidana terkait mengambil untung dari pelacuran perempuan dengan ancaman tiga bulan kurungan. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,