Bupati Subang dan Anak Buah Jaksa Agung Jadi Tersangka

Bupati Subang dan Anak Buah Jaksa Agung Jadi Tersangka

KPK tetapkan lima orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dalam suap penanganan kasus BPJS. (foto - ilustrasi)

Jakarta - Sedikitnya Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka, dalam kasus dugaan korupsi terkait suap penanganan kasus BPJS di Kejati Jawa Barat.

Lima orang tersebut di antaranya Bupati Subang Ojang Sohandi (OJS), dua jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berinisial DPR dan FM, serta dua pegawai negeri sipil (PNS) berinisial JAH dan istrinya LM.

"Setelah dilakukan pemeriksaan 1 x 24 jam, penyidik KPK menaikkan status dari penyelidikan ke tahap penyidikan," kata Ketua KPK, Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).

Menurut Agus, dalam OTT KPK itu PNS berinisial LM dan JAH dijerat dengan pasal yang sama, yakni Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b dan atau Pasal 13 UU Tipikor. Bersama Bupati Subang mereka ditetapkan sebagai tersangka sebagai pemberi suap.

Sementara itu dari sisi penerima suap, KPK menetapkan dua orang jaksa dari Kejati Jabar sebagai tersangka. Dua orang jaksa itu berinisial DPR dan FM. "Keduanya sebagai penerima disangkakan Pasal 12 huruf a dan b dan atau Pasal 11 UU 31 Tahun 1999. FM kini bertugas di Kejati Jawa Tengah" kata Agus.

Amankan uang Rp 528 juta dan Rp 385 juta

Sebelumnya, dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK mengamankan Bupati Subang Ojang Sohandi (OJS) dan Jaksa Pidana Khusus dari Kejaksaan Tinggi, Jawa Barat, Devyanti Rochaeni. Selain mengamankan uang senilai Rp 528 juta dari tangan Devyanti Rochaeni, KPK juga mengamankan uang Rp 385 juta yang berada di dalam mobil Ojang. Penangkapan berlangsung di Kantor Bupati Subang, Senin sekitar pukul 13.40 WIB.

"Setelah melakukan OTT di Kejati Jawa Barat, tim bergerak pada pukul 13.40 WIB ke Subang dan, mengamankan OJS dan ajudannya. Tim menemukan uang Rp 385 juta di mobil tersangka sebagai dugaan penerimaan OJS sebagai Bupati Subang," kata Agus Rahardjo.

Ia menyebutkan, uang itu diduga merupakan hasil gratifikasi yang dilakukan Ojang. Saat ini KPK masih mendalami uang itu berasal dari mana. "Uang yang didapat di mobil OJS masih dipelajari, apakah janji yang berhubungan dengan kasus ini atau tidak," tegas Agus. (Jr.)**

.

Categories:Nasional,
Tags:,