Pembunuh Susanti, Pengelola Rumah Kos di Sukaluyu Diciduk

Pembunuh Susanti, Pengelola Rumah Kos di Sukaluyu Diciduk

Kapolresta Bandung memperlihatkan barang bukti pisau yang digunakan pelaku untuk membunuh Susanti, pengelola rumah kos di Sukaluyu Kota Bandung. (foto - ist)

Bandung Unit Jatanras Polrestabes Bandung bersama Polsekta Cibeunying Kaler berhasil meringkus pelaku penganiayaan yang mengakibatkan terbunuhnya Susanti Lambria Tobing (42), pengelola rumah kos di Jalan Batik Jonas No. 17 RT 7/RW 7 Kelurahan Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler, Bandung.

Diketahui, pelaku bernama Michael Rivaldo Tawurisi (18) berhasil ditangkap tim gabungan, Senin kemarin sekitar pukul 19.30 WIB. "Ya, pelakunya sudah ditangkap semalam, di Jalan Gumuruh RW 03 Kelurahan Maleer, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung," ungkap Kasat Reskrim AKBP Mokhamad Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Selasa (12/4/2016).

Proses penangkapan tersangka tersebut dipimpin langsung oleh Wakasat Reskrim, Kompol Fajar WLS. Selain tersangka pihaknya juga telah mengamankan barang bukti, berupa tas milik korban dan pisau yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol menyatakan, tersangka Michael dengan sengaja dan berencana melakukan pembunuhan terhadap Susanti, pengelola rumah kos di Jalan Batik Jonas.

"Motif tersangka melakukan pembunuhan terhadap korban sebagai pengelola kosan dan karyawan studio foto, akibat sakit hati," kata Yoyol. Tersangka berhasil ditangkap di sebuah tempat di Jalan Gumuruh, setelah dirinya kabur ke Jakarta dan Puncak Bogor.

Dari pengakuannya, katanya dirinya nekat membunuh korban karena sakit hati. Pasalnya korban saat menangih uang kontrakan sering dengan nada tinggi. "Tersangka pun kerap dilarang merokok di kosan jika ketahuan korban. Makanya pelaku sakit hati dan muncul niat untuk membunuh korban," tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, pelaku pun sudah mempersiapkan pisau yang berada di dapur lantai atas di tempat kos itu sudah satu minggu. Satu saat pelaku masuk ke dalam kamar korban lalu mengambil tas milik korban, dan menusukkan pisau yang dibawanya itu ke tubuh korban 3 kali.

"Korban mengalami luka tusukkan di bagian dada, tangan dan paha," katanya. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 338 KUHPidan, jo Pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman hukum 20 tahun penjara atau seumur hidup. (Jr.)**

.

Categories:Bandung,
Tags:,