Mobil & Brankas Disita, KPK Geledah Rumah Bupati Subang

Mobil & Brankas Disita, KPK Geledah Rumah Bupati Subang

Rumah Bupati Subang Ojang Suhandi yang digeledah penyidik KPK. (foto - ist)

Jakarta - Rumah Bupati Subang Ojang Suhandi kembali digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait pengusutan dugaan suap kepada jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Tim penyidik menyita satu unit mobil dan brankas, dalam penggeledahan tersebut.
 
"Dari kediaman pribadi bupati, penyidik menyita satu unit mobil Toyota Camry warna hitam, dan sebuah brankas. Mobil tersebut telah dibawa ke gedung KPK," kata Plh Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriat, Minggu (17/4/2016).
 
Penggedahan dilakukan pada hari Rabu lalu. Pada hari yang sama, penyidik juga menggeledah Kejaksaan Negeri Subang serta Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, menyusul tertangkapnya dua jaksa dari instansi tersebut. "Dari lokasi tim menyita dokumen dan barang bukti elektronik," katanya.
 
Setelah itu, pada Kamis 14 April 2016, penyidik KPK juga melakukan serangkaian penggeledahan di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sedikitnya ada enam tempat yang didatangi penyidik, untuk mencari dokumen terkait kasus suap yang melibatkan dua pejabat Korps Adhyaksa itu. 
 
Sementara lokasi yang disisir penyidik di antaranya Kantor Bupati Subang, Kantor Badan Penanaman Modal Perizinan Kabupaten Subang , Kantor Dinas Kesehatan Subang, Kantor Operasional BPJS di Dinas Kesehatan, dan dua rumah milik Plt Kepala Dinas Kesehatan, Elita.
 
"Penyidik juga mendatangi rumah dinas bupati di Subang, tetapi tidak dilakukan penggeledahan, hanya membuka segel. Dari lokasi tersebut penyidik menyita dokumen dan barang bukti elektronik," tegas Yuyuk.
 
Seperti diketahui, kasus dugaan suap kepada dua jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, yakni Devyanti Rochaeni dan Fahri Nurmallo terkait penanganan kasus korupsi BPJS, terbongkar melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dilakukan KPK. Pada operasi tersebut, penyidik menyita uang sebesar Rp 528 juta.
 
Uang itu diduga kuat bersumber dari Bupati Ojang agar namanya tidak terjerat perkara korupsi dana BPJS. KPK menyita duit total sebesar Rp 914 juta dalam pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Bupati Ojang bersama dengan Leni dan Jajang, disangka telah memberikan suap kepada Deviyanti dan Fahri.
 
KPK telah menetapkan Leni, Jajang, Ojang sebagai tersangka pemberi suap. Mereka dijerat Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Khusus untuk Ojang, KPK juga menjeratkan Pasal 12 B.
 
Sementara Devi dan Fahri dijerat Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (Jr.)**
.

Categories:Daerah,
Tags:,