Pembunuh Sekretaris Dirut XL Rian Divonis Seumur Hidup

Pembunuh Sekretaris Dirut XL Rian Divonis Seumur Hidup

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut menjatuhkan vonis seumur hidup terhadap Andi Wahyudi (39), terdakwa pembunuhan Sekretaris Direktur Utama XL Axiata, Hayriantira (37) atau Rian. (foto - ist)

Garut - Andi Wahyudi (39), terdakwa pembunuhan Sekretaris Direktur Utama XL Hayriantira (37) atau Rian, dijatuhkan hukuman penjara seumur hidup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut, Senin (18/4/2016).

"Menyatakan terdakwa Andi Wahyudi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana berencana. Menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada terdakwa," kata Majelis Hakim Elin Pujiastuti, ketika membacakam vonis di ruang Garuda Pengadilan Negeri Garut.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai terdakwa telah terbukti secara sah melanggar Pasal 340 KUHP, yakni melakukan pembunuhan secara berencana. Putusan tersebut sesuai dengan tuntutan dari jaksa penuntut umum (JPU).

Hal yang memberatkan terdakwa, yakni mengakibatkan korban meninggal. Selain itu, terdakwa juga mengambil barang-barang korban seperti mobil, kartu ATM dan isinya sebanyak Rp 19 juta. Pembunuhan dilakukan secara sadis. "Terdakwa berbelit-belit dalam memberi keterangan. Hal yang meringankan tidak ada," tegas Elin.

Seperti diketahui, pria berusia 39 tahun itu membunuh Rian di dalam kamar nomor 5, Hotel Cipaganti, Cipanas Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Jenazah Rian ditemukan, Jumat 31 Oktober 2014. Vonis hukuman seumur hidup disambut suka cita ibu Rian, Rukmila yang hadir dalam persidangan itu. Bahkan, keluarga Rian melakukan sujud syukur setelah hakim mengetok palu putusan. 

Diketahui, hari Senin ini majelis hakim Pengadilan Negeri Garut memang mengagendakan sidang untuk menjatuhkan vonis kepada terdakwa Andi Wahyudi, dalam kasus pembunuhan Sekretaris Direktur Utama XL Axiata, Hayriantira. Namun hingga lebih dati pukul 11.00, sidang masih belum juga dimulai. Meski demikian terdakwa, kuasa hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah berada di ruang persidangan.

Sebelumnya, terdakwa Andi dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU. Andi dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Sejumlah keluarga korban sudah memenuhi ruang sidang untuk menanti vonis yang akan dijatuhkan. (Jr.)**

.

Categories:Daerah,
Tags:,