BOPI Akhirnya Melunak Pasrah Jalani Instruksi Jokowi

BOPI Akhirnya Melunak Pasrah Jalani Instruksi Jokowi

Ketua Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) Noor Aman. (foto - ist)

Jakarta - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) akhirnya pasrah dengan keputusan Presiden Jokowi, yang menginstruksikan Indonesia Soccer Championship (ISC) wajib digulirkan. Mereka akhirnya mengikuti instruksi itu meski memendam sedikit kekecewaan.
 
Sebelum munculnya instruksi Presiden, BOPI bersikukuh enggan mengeluarkan rekomendasi. Sebab mereka menilai ada beberapa aspek yang belum mampu dipenuhi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) selaku operator.
 
Untuk meminimalisir ganjalan dari BOPI, pihak Kemenpora selaku pembawa mandat dari Presiden melakukan pertemuan. Kementerian yang dipimpin Imam Nahrawi itu meminta BOPI melakukan tugasnya, yakni memverifikasi sambil ISC bergulir.
 
Namun, keputusan itu dinilai BOPI rancu dan menimbulkan banyak kekhawatiran. BOPI khawatir nantinya akan timbul sejumlah masalah, seperti penunggakan gaji pemain, legalitas pemain asing, serta masalah lainnya.
 
"Kita membahas ini dalam pertemuan (dengan Kemenpora dan Tim Transisi). Intinya kami mengacu pada instruksi Presiden, untuk ikut mengawasi jalannya ISC. Namun, waktunya sangat sempit. Jadi mau tidak mau kita bisa lakukan verifikasi hanya secara faktual. Soal hasilnya nanti, kita serahkan sama operator," ungkap Ketua BOPI Noor Aman.
 
Meski menyatakan diri tetap mengikuti instruksi Presiden, BOPI tetap merasa pihaknya tidak dilibatkan untuk ikut serta mengawasi gelaran ISC. Sebab sebelumnya, BOPI yang menginginkan jadwal kick-off diundur untuk lebih dulu dilakukan proses verifikasi.
 
Noor Aman menyebutkan, PT. GTS layaknya bayi yang lahir secara prematur. Sebab hanya dalam jangka waktu singkat bisa mengambil-alih semua kewenangan yang seharusnya menjadi bagian BOPI.
 
"PT. GTS baru lahir tanggal 22 Februari 2015, sesuai dengan SK Menkumham. Baru dua bulan, tapi mereka seperti sudah punya kuasa penuh menjalankan kompetisi. Ini seperti 'invalid baby', padahal seharusnya mereka berkomunikasi lebih dulu kepada kami," tegas Noor Aman.
 
"Namun, kami tetap mengacu pada instruksi Presiden. Kalau kami diminta melakukan verifikasi, kami akan tetap melakukannya. Kami masih menunggu konfirmasi dari PT. GTS," katanya. (Jr.)**
.

Categories:Olahraga,
Tags:,