Manipulasi Data Efisiensi BBM Kantor Mitsubishi Digerebek

Manipulasi Data Efisiensi BBM Kantor Mitsubishi Digerebek

Aparat Kementerian Transportasi Jepang melakukan penggerebekan kantor pusat Mitsubishi Motors. (foto - ist)

Nagoya - Aparat Kementerian Transportasi Jepang melakukan penggerebekan kantor pusat Mitsubishi Motors, menyusul adanya tindakan kecurangan yang dilakukan Mitsubishi terhadap pemalsuan tes efisiensi bahan bakar pada lebih dari 600 ribu mobil.
 
Para pejabat transportasi Jepang langsung mendatangi markas Mitsubishi di Kota Nagoya. Hal itu tentunya merupakan tamparan keras bagi Mitsubishi, di mana mereka akan membayar mahal atas kecurangan yang dilakukannya.
 
"Ini telah kritis karena merusak kepercayaan konsumen dan tidak akan ditoleransi. Ini adalah masalah yang sangat serius. Kami sudah memerintahkan perusahaan untuk menyerahkan laporan lengkap," kata juru bicara pemerintah Yoshihide Suga.
 
Dilansir BBC, Kamis (22/4/2016) pemerintah Jepang telah menetapkan 27 April sebagai batas waktu bagi Mitsubishi Motors, untuk menyerahkan laporan pengujian yang tak akurat itu. "Kami ingin mengungkapkan sejauhmana ketidakakuratan sesegera mungkin. Kami akan menghadapi situasi dengan cara yang ketat dan ingin memastikan keselamatan mobil," katanya.
 
Diketahui, Mitsubishi berbuat curang dengan melakukan manipulasi data efisiensi bahan bakar pada empat produk mobilnya yang diproduksi untuk Nissan. Mitsubishi Motors disebutkan menyalahgunakan prosedur pengujian, di mana produsen mobil itu mengakali mobil yang diuji sedemikian rupa, agar kinerja efisiensi bahan bakarnya terlihat lebih baik.
 
Mobil Mitsubishi yang melakukan pelanggaran efisiensi bahan bakar terdiri atas empat produk mobil mini. Keempatnya yakni eK Wagon, eK Space, Dayz, dan Dayz Roox yang diproduksi untuk Nissan Motor Co. Kasus itu mencuat setelah dilakukan penyelidikan internal oleh Nissan. 
 
Kemudian, Mitsubishi diminta memeriksa hasilnya. Dari hasil pengujian, diketahui jika cara melakukan tes yang ditempuh Mitsubishi menyalahi aturan pemerintah Jepang.
 
Sementara itu, President & Chief Operating Officer Mitsubishi Motors Corporation Tetsuro Aikawa sudah angkat bicara. Ia mengaku menyesal atas apa yang terjadi. Kasus itu merupakan kesalahan yang disengaja. "Kesalahan itu memang disengaja. Jelas pemalsuan, dilakukan untuk membuat jarak tempuh terlihat lebih baik," kata Tetsuro Aikawa.
 
Meski tidak menyadari terjadinya penyimpangan, Aikawa mengaku jika dirinya merasa bertanggung jawab atas insiden itu. Atas peristiwa ini, Mitsubishi juga menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen dan seluruh pihak terkait. (Jr.)**
.

Categories:Otomotif,
Tags:,